Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Pasar Marelan Belum Kantongi AMDAL
Search
Selasa 17 September 2019
  • :
  • :

Pasar Marelan Belum Kantongi AMDAL

Starberita – Medan, Pemerintah Kota Medan berencana akan meresmikan opersaional Pasar Modren Marelan pada tanggal 7 Februari 2018, karena dianggap segala sesuatunya terkait hal itu sudah cukup untuk dioperasionalkan.

Menurut tokoh masyarakat Medan bagian Utara, Surianto, Pasar Marelan terlalu prematur untuk diresmikan pada awal Februari mendatang, karena pasar tersebut belum mengantongi izin Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang diterbitkan oleh Dinas Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Medan.

“Walikota Medan jangan terburu-buru meresmikan Pasar Marelan ini. Keluarkan dulu izin AMDAL-nya. Setelah mendapatkan solusi atas lokasi pembuangan limbah pasar ini, silahkan diresmikan. Kita dukung itu. Jangan gara-gara ingin memuaskan syahwat oknum tertentu, masyarakat lainnya menjadi korban,” ujar Surianto menyikapi wacana relokasi puluhan pedagang kaki lima yang menjajakan dagangan di Jalan Marelan Raya, Minggu (21/1/2018).

Surianto menjelaskan, setiap ada revitalisasi pasar, otomatis jumlah pedagang akan bertambah. Karenanya, dia meminta Pemko Medan agar pengambilan nomor undian kios diperuntukkan bagi pedagang lama.

“Jangan ada kepentingan oknum dan Muskpika di kecamatan dilibatkan. Jangan seperti yang terjadi sekarang ini, PD Pasar mengambil kebijakan sendiri. Yang mengetahui daerah adalah camat, bukan Dirut PD Pasar,” katanya.

Bukan cuma itu, sebut Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Medan ini, sampai sekarang sampah-sampah di Tempat Penampungan Akhir (TPA) yang berlokasi di Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan belum terkelola dengan baik.

“Alhasil apa, air limbah sampah merusak areal persawahan yang ada di sekitar TPA. Petani tidak dapat lagi bercocok tanam disana, karena lahannya tercemar. Belum lagi polusi udara yang menguap. Itu juga harus dipikirkan Pemko Medan,” katanya. (sbc-02)

 




Tinggalkan Balasan

error: