Search
Kamis 26 April 2018
  • :
  • :

Ternyata, 3 Cara Diet Sehat Ini Belum Tentu Menyehatkan

Starberita – Jakarta, Menjadi sehat adalah pilihan. Apa yang Anda makan dan minum, aktivitas sehari-hari, pekerjaan, dan lingkungan sekitar tentu berpengaruh terhadap status kesehatan seseorang. Baik secara mental maupun fisik. Banyak pendapat dari para ahli mengenai beberapa cara diet dan kebiasaan makan yang tepat. Ada yang memang benar-benar sehat dan bermanfaat, tapi ada juga pola makan sehat yang perlu pertimbangan khusus atau malah berbahaya bagi kesehatan.

Ya, cara diet atau pola makan tertentu belum tentu cocok bagi semua orang. Cara diet yang katanya “sehat” belum tentu benar-benar menyehatkan. Misalnya tiga cara diet berikut ini.

  1. Menghindari kolesterol secara berlebihan

Kuning telur dan makanan laut atau seafood seperti kerang-kerangan merupakan beberapa jenis makanan yang kerap dihindari banyak orang karena takut akan kadar kolesterolnya. Padahal, kolesterol dari makanan sehari-hari sebenarnya mempunyai dampak yang relatif kecil terhadap kadar kolesterol Anda di dalam darah. Justru dengan menghindari makanan yang mengandung kolesterol sama sekali, Anda akan kehilangan kesempatan mendapatkan asupan nutrisi penting lainnya dari makanan tersebut.

Misalnya kuning telur merupakan sumber yang baik untuk vitamin E dan karotenoid. Kerang-kerangan mempunyai kandungan yang kaya akan protein, asam lemak omega-3, dan antioksidan selenium. Ini membuat kerang-kerangan dapat meningkatkan kesehatan otak dan mencegah penyakit Alzheimer. Pilihlah makanan laut secara bijak. Caranya bisa dengan memastikan kebersihan makanan tersebut.

Selain itu, kekeliruan yang banyak dipercaya orang adalah kolesterol merupakan musuh besar bagi kesehatan. Ini tidak benar. Pasalnya, kolesterol berfungsi sebagai bahan dasar pembentukan hormon dan dinding sel tubuh. Yang menjadi masalah adalah jika asupan kolesterolnya tidak seimbang, baik itu kelebihan atau kekurangan.

Karena itu, pola makan sehat yang seharusnya dijalani adalah dengan menyeimbangkan asupan kolesterol dari makanan, bukannya malah mengindarinya sama sekali.

 

  1. Asupan garam berlebihan dari sumber tak terduga

Baik pengidap tekanan darah tinggi (hipertensi) atau untuk menurunkan risikonya, banyak yang menyingkirkan garam dari makanan sehari-hari. Penelitian dari Boston University di Amerika Serikat (AS) mengemukakan bahwa orang yang mengonsumsi garam dengan jumlah yang sangat kecil pun masih mempunyai risiko besar untuk terkena penyakit jantung.

Mungkin di rumah Anda bisa memasak makanan dengan garam secukupnya, atau maksimal satu sendok teh seperti yang dianjurkan Kementerian Kesehatan. Namun, bagaimana jika Anda membeli makanan dari luar juga?

Menurut seorang ahli gizi, Erin Palinski Wade RD, CDE, jangan hanya sibuk menghitung berapa asupan miligram garam per hari. Sebaiknya untuk menjaga pola makan sehat, Anda juga menghindari makanan kemasan, makanan yang sudah diproses berulang-ulang, dan makanan cepat saji. Ini karena makanan tersebut diam-diam mengandung jumlah garam yang banyak.

  1. Diet makanan mentah

Sayur-sayuran merupakan contoh makanan yang tepat ketika bicara soal diet makanan mentah (juga dikenal dengan raw food diet). Pada pola makan ini, makanan tidak melewati proses dimasak melainkan langsung dimakan. Diet ini muncul karena ada kekhawatiran bahwa memasak bisa saja mengurangi nutrisi yang terkandung dalam sayuran dan jenis makanan lainnya.

Padahal, memasak penting untuk membantu makanan agar lebih mudah dicerna tubuh, lebih aman, dan menghindari terjadinya keracunan makanan akibat infeksi. Justru melakukan diet makanan mentah secara berlebihan bisa berujung kepada malnutrisi dan kekurangan berat badan. (sbc-02/okz)

 




Tinggalkan Balasan