Search
Jumat 20 Juli 2018
  • :
  • :

Atasi Depresi dengan Jamur Sihir

Starberita – Jakarta, Penggunaan obat antidepresan adalah cara yang seringkali dipilih untuk mengatasi depresi dan pengelolaan stres yang lebih baik. Sebagaimana diketahui, stres berlebihan dapat menurunkan kualitas hidup.

Maka tak heran bila banyak orang yang berusaha mengobatinya dengan berkonsultasi ke psikiater atau mengonsumsi obat antidepresan. Namun kini ada sebuah cara alami yang dapat diikuti yaitu mengonsumsi jamur psilocybin.

Jamur yang sering dijuluki jamur sihir itu terbukti efektif untuk seseorang yang mengalami gejala depresi serius dan kondisinya tidak membaik walaupun sudah menjalani pengobatan. Hasil ini didapatkan setelah para mahasiswa di Imperial College London melakukan penelitian terhadap 20 pasien yang terkena depresi berat. Peserta penelitian kemudian menjalani dua sesi terapi seraya mengonsumsi jamur psilocybin.

Sebelum menjalani terapi pertama, peserta penelitian menjalani skrining otak. Begitu juga ketika terapi selesai dijalankan. Peserta penelitian diperlihatkan gambar wajah dengan beragam ekspresi yaitu takut, bahagia, dan netral. Setelah selesai menjalani dua sesi terapi dan konsumsi jamur, sebagian besar pasien mengaku pengobatan tersebut memperbaiki gejala depresi mereka.

Menurut peneliti, jamur psilocybin dapat meningkatkan respons amigdala terhadap wajah-wajah yang menakutkan dan bahagia. Amigdala adalah area otak yang berkaitan dengan pemrosesan emosional dan mendeteksi ancaman. Depresi memang sering dikaitkan dengan sisi emosi negatif yaitu perasaan sedih dan takut.

“Terapi dengan bantuan jamur psilocybin dapat membantu mengurangi depresi karena meningkatkan hubungan emosional. Hal ini berbeda dengan antidepresan yang dapat menciptakan pukulan emosional,” ujar salah seorang peneliti, Leor Roseman.

Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Neuropharmacology ini menambahkan fakta terbaru terkait penelitian sebelumnya. Menurut peneliti, kandungan zat pada jamur psilocybin dapat menyembuhkan luka psikologis yang mendalam. Hal ini memungkinkan orang yang terkena depresi dapat berhubungan kembali dengan emosinya.

“Saya percaya bahwa jamur tersebut memiliki potensi untuk menyembuhkan luka psikologis yang dalam. Selain itu, saya yakin dengan menyelidiki mekanisme neuropsychopharmacological pasien yang terkena depresi, maka potensi pengobatan depresi dengan jamur dapat lebih dipahami,” ungkap Leor. (sbc-02/okz)

 




Tinggalkan Balasan

error: