Search
Minggu 27 Mei 2018
  • :
  • :

Delegasi Wakayama & Pemkab Karo Jajaki Kerjasama Bidang Pertanian

Starberita – Kabanjahe, Prefektur Wakayama, Jepang, Jumat (12/1/218), menjajaki kerjasama bidang pertanian dengan Pemerintah kabupaten Karo.

Kunjungan delegasi Wakayama ke Kabupaten Karo, merupakan bentuk responsip pemerintahan Jepang atas kunjungan kerja Bupati Karo Terkelin Brahmana, SH pada bulan November 2017 kemarin. Bupati Karo ketika itu diundang pemerintah Jepang untuk studi penanggulan kebencanaan di Jepang. Namun kunjungan delegasi Wakayama kali ini guna kerjasama dibidang pertanian, khususnya jeruk dan strawbery.

Bupati Karo Terkelin Brahmana, SH didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan, Sarajana Purba dan Kepala Bappeda Ir. Nasib Sianturi menyambut Delegasi Wakayama, Mr. Nishimori Director Of Research Promotion Office, Mr. Kujira Cultivation Director of Fruit Tree Experiment Station dan Mr. Yamashita staf Internasional Division.

Delegasi Wakayama menjelaskan, mereka hendak melihat langsung perkebunan jeruk dan strawbery di Kabupaten Karo, mengadakan pertemuan dengan para petani/asosiasi petani jeruk dan strawbery.

Selanjutnya, kata Nishimori, melihat bagaimana kondisi tanah, iklim, cuaca dan curah hujan dan mengembangkan potensi apa yang bisa dilakukan di Kabupaten Karo, yang dikenal sebagai daerah pertanian dan pariwisata.

“Kami tahu Kabupaten Karo adalah daerah pertanian tertua di provinsi Sumatera Utara. Daerah pertanian tapi juga mengandalkan sektor pariwisata didukung iklim udaranya yang sejuk sepanjang musim. Untuk itu, kami ingin melihat langsung kondisi tersebut sehingga bisa diketahui potensi apa yang cocok dikembangkan di daerah ini,” katanya.

Dia berharap kerjasama ini akan menghasilkan kualitas jeruk dan strawbery yang lebih baik dengan memanfaatkan teknologi Jepang.

Sementara itu, Terkelin mengatakan, pihaknya menyadari perkebunan jeruk di Kabupaten Karo terus mengalami penurunan, baik dalam luas pertanamannya maupun produksinya.

“Hal ini karena beberapa kendala yang dihadapi seperti serangan hama dan penyakit khususnya serangan lalat buah yang dikenal dengan “cit-cit”. Selain itu, keterbatasan kami, kurangnya teknologi budidaya serta penerapan pasca panen yang belum optimal. Padahal kualitas jeruk Kabupaten Karo merupakan produk yang dikenal secara nasional maupun internasional,” ungkap Terkelin.

Oleh karena itu, Pemkab Karo sangat mengharapkan kerjasama ini membuahkan hasil yang konkret baik dalam teknik maupun teknologi, guna dapat membantu petani dalam meningkatkan produksi jeruk dan stroberi yang berkualitas, yang lebih baik dengan menggunakan teknologi dari Jepang. (sbc-05/drh)




Tinggalkan Balasan

error: