Search
Rabu 26 September 2018
  • :
  • :

Cegah Alergi Pada Anak dengan 3 Langkah Ini

Starberita – Jakarta, Alergi adalah reaksi hipersensitivitas yang terjadi karena adanya gangguan pada sistem kekebalan tubuh. Penyakit alergi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang masih menjadi masalah kesehatan pada 30 hingga 40 persen populasi di dunia, dengan angka kejadian yang terus meningkat akhir-akhir ini.

Sebagian besar dari populasi tersebut adalah anak-anak. Sayangnya, sampai saat ini penyebab alergi belum diketahui secara pasti. Namun, bukan berarti alergi tidak bisa dicegah. Simak tips-tips berikut ini untuk mencegah alergi pada anak-anak.

Apakah anak saya berisiko alergi?

Sebelum membahas apa saja yang dapat dilakukan untuk mencegah alergi, ketahui dulu sebenarnya siapa saja yang berisiko. Mengenali risiko alergi pada anak merupakan hal yang penting agar Anda dapat menentukan langkah-langkah yang tepat dalam pencegahan alergi.

Risiko alergi pada anak ditentukan berdasarkan ada tidaknya riwayat penyakit atopik (kecenderungan genetik untuk membentuk antibodi spesifik terhadap suatu penyebab alergi) di dalam keluarga, baik pada kakek dan nenek, orangtua, maupun saudara kandung. Misalnya penyakit dermatitis atopik, asma, atau rhinitis alergi.

Tips mencegah alergi pada anak Anda

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), ada beberapa cara yang direkomendasikan untuk mencegah penyakit alergi pada anak.

1. Berikan bayi Anda ASI eksklusif

ASI sangat berperan dalam menjaga kesehatan ibu dan bayi. ASI merupakan makanan yang paling alami serta memiliki efek psikologis yang baik bagi ibu dan bayinya. Terdapat penelitian yang mengemukakan bahwa pemberian ASI eksklusif selama enam bulan dapat mencegah terjadinya penyakit alergi pada anak.

ASI mengandung komponen imunomodulator seperti sIgA (Secretory Immunoglobulin A) dan laktoferin yang berperan dalam menjaga keseimbangan koloni bakteri dalam usus. Hal ini telah diketahui berperan dalam menghambat munculnya alergi. Selain itu, ASI juga kaya akan berbagai macam sel dalam sistem imun yang dapat memperkuat sistem imun bayi yang belum berkembang sempurna.

2. Berikan makanan padat pada bayi apabila usianya telah mencapai 6 bulan

Makanan padat bisa mulai diberikan pada anak usia 4-6 bulan secara bertahap sesuai usia. Pengenalan makanan padat lebih dini yaitu sebelum usia 4-6 bulan dan penundaan pengenalan makanan padat dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit alergi. Pembatasan terhadap makanan tertentu tidak diperlukan untuk mencegah alergi.

3. Hindari asap rokok

Paparan asap rokok saat kehamilan, sesudah kelahiran, masa kanak-kanak, dan remaja berhubungan dengan peningkatan risiko terjadinya penyakit alergi. Karena itu, lingkungan yang bersih dan bebas dari asap rokok bisa mencegah alergi.

Disamping itu, menjadi seorang perokok aktif maupun pasif di usia kanak-kanak dan remaja berhubungan dengan peningkatan risiko alergi, terutama alergi makanan. Karena itu, penting bagi orangtua untuk memantau dan mendidik anak Anda agar menjauhi asap rokok.

Apakah ibu hamil perlu membatasi makanan tertentu supaya anak tidak alergi?

Pembatasan makanan pada ibu hamil dan menyusui untuk mencegah alergi anak sebenarnya tidak diperlukan. Sebaliknya, pembatasan makanan pada masa kehamilan justru bisa berdampak buruk pada kecukupan nutrisi ibu dan bayi.

Selain itu, pemberian suplemen tambahan bagi ibu hamil seperti minyak ikan untuk mencegah alergi pada anak juga belum dianjurkan oleh dokter dan tenaga kesehatan. Ini karena sampai saat ini masih belum ada bukti penelitiannya yang cukup kuat. (sbc-02/hel)

 




Tinggalkan Balasan

error: