Search
Minggu 23 September 2018
  • :
  • :

BPBD Sumut Rencanakan Bangun Command Center

Starberita – Medan, BPBD Sumut saat ini tengah mempersiapkan command center. Pusat komando tersebut difungsikan memantau bencana yang terjadi di sleuruh daerah, di 33 Kabupaten/Kota yang ada.

Kepala BPBD Sumut, Riadil Akhir Lubis mengatakan, penyediaan pusat komando pemantau bencana yang dibangun di komplek Kantor BPBD Sumut, Jalan Binjai tersebut akan menyediakan data dan informasi yang bisa di hubungkan ke berbagai kementerian terkait atau lembaga publik serta media agar dapat menyampaikan perkembangan dengan cepat tentang kondisi di lokasi bencana.

“Fasilitas ini mempermudah koordinasi dengan pihak terkait dan yang membutuhkan untuk konsumsi publik. Dengan menggunakan sistem IT (teknologi informasi), kita bisa catat dan rekapitulasi dan juga kita bisa mengambil keputusan cepat, apa yang harus dilakukan. Jadi kita bisa cepat tanggap terutama apa saja yang dibutuhkan di lokasi peristiwa bencana,” ujar Riadil di Medan, kemarin.

Dia menyebutkan, untuk mengoperasikan pusat komando pemantau bencana tersebut, pihaknya menyiapkan sebanyak 10 orang petugas yang telah dilatih sebelumnya oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Dimana nantinya, petugas tersebut akan bekerja seluruhnya dan diberikan pergantian tugas agar bisa terus memantau kondisi di Sumut selama 24 jam setiap hari.

“Mereka telah dilatih oleh BNPB untuk bisa mengoperasikannya. Karena ini kan juga bantuan dari BNPB. Begitu juga untuk yang lainnya, pada 23 Januari nanti kita akan kedatangan ahli dari Jepang untuk membangun sistem ITC (Information and Communication Technologies). Mereka yang akan memberikan pengetahuannya kepada kita,” kata Riadil.

BPBD Sumut, sambungnya, juga mempersiapkan sistem komunikasi antara petugas di lokasi (lapangan) dengan pusat komandi tersebut. Saat berada di luar, petugas dapat menyampaikan langsung kondisi yang ada dengan aplikasi khusus sambungan video. Sehingga dari lokasi bencana nantinya, pusat komandi bisa melihat dan memantau bagaimana kondisi terkini.

“Selain pusat datanya, kita juga siapkan CCTV nanti di berbagai lokasi yang punya potensi bencana tinggi. Misalnya seperti jalur Medan-Sidikalang, kawasan Danau Toba, jalur Tarutung-Sipirok, Kota Medan dan beberapa lokasi lainnya. Dan itu akan kita pasang di tahun ini,” bebernya.

Namun demikian, Riadil pun mengaku banyak bencana yang sifatnya kecil, tidak masuk atau menjadi laporan pemerintah Kabupaten/Kota ke pemerintah provinsi. Hal ini seringkali terjadi karena dalam skala yang lebih kecil, pemerintah setempat biasanya bisa melakukan penanggulangan sendiri tanpa perlu bantuan dari provinsi atau pusat. (sbc-05)




Tinggalkan Balasan

error: