Search
Jumat 19 Januari 2018
  • :
  • :

Anda Perlu Tahu Semua Hal Penting Seputar Meningitis

Starberita – Jakarta, Penyakit meningitis adalah infeksi yang menyerang meninges atau selaput pelindung yang menyelimuti otak dan saraf tulang belakang. Itu sebabnya meningitis juga sering disebut dengan radang selaput otak. Tiga gejala awal meningitis yang patut diwaspadai adalah demam, sakit kepala, dan leher yang terasa kaku. Penyakit ini sangat menular dan bisa berakibat fatal. Namun jika cepat ditangani, meningitis bisa disembuhkan.

Berikut semua informasi dasar seputar penyakit meningitis yang wajib Anda ketahui.

Apa penyebab penyakit meningitis?

Penyebab utama penyakit meningitis adalah infeksi virus. Hampir 85% kasus meningitis virus disebabkan oleh enterovirus, diikuti oleh coxsackievirus A, coxsackievirus B, dan echoviruses. Sebagian kasus lainnya disebabkan oleh infeksi bakteri, terutama Streptococcus pneumoniae dan Neisseria meningitidis, serta parasit dan jamur.

Meningitis bisa menular dari manusia ke manusia melalui saluran pernapasan ataupun air liur. Misalnya, seseorang yang sedang sakit meningitis batuk atau bersin tidak menutup mulutnya sehingga percikan air liurnya kemudian terhirup oleh orang-orang di sekitar yang sehat. Atau, lewat sentuhan apabila mereka tidak mencuci tangannya setelah bersin atau batuk, kemudian bersentuhan dengan orang lain.

Meningitis juga mungkin disebabkan oleh parasit (seperti meningitis babi), jamur, efek samping obat-obatan tertentu, atau sebagai komplikasi dari trauma fisik (seperti pasca operasi kepala atau operasi otak, pukulan serius di kepala) ataupun suatu penyakit (misalnya kanker, lupus, atau rheumatoid arthritis). Jenis meningitis ini termasuk non-infeksi, sehingga tidak menular.

Apa saja gejala meningitis?

Gejala meningitis bervariasi, tergantung pada usia dan penyebab infeksinya. Namun secara umum, gejalanya meliputi:

  • Demam
  • Sakit kepala parah
  • Leher kaku
  • Perubahan kondisi mental seperti kebingungan, mudah marah, sulit konsentrasi
  • Napas cepat
  • Sensitif terhadap cahaya (fotofobia)
  • Kejang-kejang
  • Sering pingsan

Namun, gejalanya berbeda pada bayi dan anak-anak. Berikut tanda dan gejala meningitis pada anak:

  • Demam tinggi, menggigil
  • Ikterus (warna kekuningan ke kulit)
  • Tubuh dan leher kaku
  • Terlihat bingung, lemas, dan kurang responsif
  • Menangis dengan teriakan tinggi secara terus menerus
  • Menolak makan atau menyusu
  • Sulit dibangunkan

Bagaimana meningitis menginfeksi tubuh?

Masa inkubasi penyakit ini adalah 3-4 hari (rentang waktu 2-10 hari) setelah mikroba penyebab meningitis masuk ke dalam tubuh. Di dalam tubuh, virus atau bakteri menginfeksi otak, sumsum tulang belakang, atau meninges (selaput pelindung otak dan saraf tulang belakang).

Saat infeksi terjadi, meninges membengkak dan menekan otak serta sumsum tulang belakang. Tekanan terhadap organ tersebut akan menyebabkan gejala sementara, seperti sakit kepala dan saraf, serta menghambat aliran darah ke otak sehingga bisa menyebabkan kerusakan jangka panjang pada sistem saraf dan otak. Pada banyak kasus, penyakit meningitis berakhir kematian.

Bagaimana meningitis didiagnosis?

Jika dokter mencurigai gejala Anda disebabkan oleh meningitis, dokter akan meminta Anda untuk dirontgen atau menjalani CT scan untuk mencari tanda-tanda peradangan di sekitar otak dan sumsum tulang belakang.

Tes darah juga dapat dilakukan untuk mencari tahu penyebab pastinya, apakah itu infeksi virus, bakteri atau mikroorganisme lainnya. Dokter juga dapat mengambil sampel cairan otak untuk memeriksa kadar glukosa (gula darah), protein, dan sel darah putih untuk memastikan diagnosis penyebabnya.

Bagaimana meningitis diobati?

Pengobatan meningitis tergantung pada penyebabnya. Meningitis yang disebabkan oleh infeksi bakteri dapat diobati dengan antibiotik, sementara meningitis jamur diobati dengan obat antijamur. Pengobatan untuk meningitis virus dan parasit lebih rumit karena tidak ada obat yang secara khusus menargetkan sumber infeksi ini, sehingga perawatan sebagian besar difokuskan untuk mengatasi gejalanya, seperti rasa nyeri dan demam.

Penanganan yang tepat dapat menekan risiko kematian hingga di bawah 15%, menurut National Institutes of Health.

Bagaimana cara mencegah meningitis?

Sama halnya dengan pengobatan, pencegahan meningitis tergantung pada penyebabnya:

  • Meningitis bakterialis dicegah dengan vaksinACWY135 yang bisa sekaligus melindungi Anda dari penyakit meningokokus, meningitis pneumokokus, dan Haemophilus Influenzae Type b. Selain itu, vaksin campak dan rubela (MMR) dan vaksin cacar air dapat melindungi anak-anak dari meningitis dan ensefalitis (radang otak) yang disebabkan oleh virus.
  • Meningitis virus dicegah dengan mencuci tangandengan sabun secara menyeluruh dan menjaga kebersihan diri.
  • Meningitis jamur dicegah dengan menghindari paparan terhadap lingkungan yang cenderung mengandung unsur jamur (misalnya kotoran burung dan debu). (sbc-02/hel)

 




Tinggalkan Balasan