Search
Rabu 24 Januari 2018
  • :
  • :

Sendawa Berlebihan, Waspadai Gejala Penyakit Serius

Starberita – Jakarta, Setelah makan kenyang, biasanya tubuh mengalami sendawa. Pada prinsipnya, sendawa bukan termasuk kondisi yang membahayakan, tak perlu penanganan khusus dan tak perlu dicegah.

Namun pada beberapa kondisi, sendawa bisa terjadi terus dan mengganggu. Jika hal itu terjadi, pada Anda ada baiknya konsultasi ke dokter lebih lanjut, karena terlalu sering sendawa bisa jadi indikasi dari penyakit serius.

Dokter spesialis penyakit dalam, dr.Irsan Hasan SpPD, KGEH, mengungkapkan bahwa sendawa adalah usaha tubuh untuk mengeluarkan gas yang menumpuk di lambung.

“Lambung mendorong gas yang menumpuk ke esofagus, lalu ke saluran pernapasan. Sehingga terjadi sendawa,” ujarnya.

Sendawa bisa terjadi karena beberapa hal. Yang sering terjadi adalah sendawa terjadi karena asupan makanan.

“Saat mengunyah dan menelan gas ikut masuk. Proses pengolahan makanan dalam lambung juga akan menghasilkan gas,” ujarnya.

Alasan lain sendawa terjadi banyak gas yang masuk dalam tubuh, misalnya karena menguap atau bernapas.

Indikasi penyakit serius

Pada dasarnya bersendawa adalah kejadian normal dan siklus tubuh. Menurut penelitian dalam sehari seseorang bisa bersendawa hingga 30 kali, sehabis makan 3-4 kali. Lebih dari itu, sendawa ternyata harus diwaspadai.

“Sendawa yang tak wajar biasanya terjadi karena stres, dan faktor psikologis. Dalam medis disebut sendawa pathologis,” katanya.

Sendawa yang disebabkan karena stres mekanismenya adalah, udara masuk hanya sampai saluran napas, terjebak di tenggorokan dan keluar sebagai sendawa.

“Orang dalam kondisi stres akan sering menghela napas. Ambil napas panjang, tanpa sadar itu menyimpan gas dalam tubuh,” ujarnya.

Contoh lain pemicu sendawa pathologis adalah cemas. Kita harus bisa bedakan, sendawa akibat kenyang dan sendawa pathologis.

“Perbedaan paling signifikan adalah perut kembung. Jika terus bersendawa tapi perut tidak kembung, itu berarti karena stres,” katanya.

Indikasi lain adalah penyakit lambung. Sakit maag juga memicu sendawa.

“Lalu diabetes akut (sudah mengidap cukup lama) juga memicu sendawa. Menumpuknya gas di lambung namun mekanisme organ tidak berfungsi baik, sehingga tak bisa mengeluarkan gas lewat kentut, akhirnya balik lagi jadi sendawa,” katanya.

Tak hanya itu, beberapa jenis obat juga dikatakan memicu sendawa.

“Obat anti nyeri dan obat rematik obat-obat penyakit darah juga bisa memicu sendawa,” ujarnya

Untuk mengatasinya, dr Irsan menganjurkan untuk mengonsumsi air hangat, dan diteguk perlahan untuk mengeluarkan gas dalam tubuh. (sbc-02/vnc)

 




Tinggalkan Balasan