Search
Selasa 17 Juli 2018
  • :
  • :

Asrul Sani: Penolakan Sihar Sitorus di Sumut Hal Biasa

Starberita – Jakarta, Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan bersama Partai Persatuan Pembangunan (PPP) telah mengusung pasangan, Djarot Syaiful Hidayat dan Sihar Sitorus sebagai Calon Gubernur (Cagub) dan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) untuk maju dan bertarung dalam pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) 2018.

Namun, penetapan Sihar Sitorus sebagai Cawagub mendampingi Djarot ditolak oleh Ketua DPW PPP Sumut, Yulizar Parlagutan Lubis, sehingga yang bersangkutan dicopot jabatannya oleh DPP.

Menyikapi hal ini, Sekretaris Jenderal PPP, Arsul Sani, mengatakan penolakan terhadap Sihar Sitorus mendampingi Djarot Saiful Hidayat dalam Pilgubsu sebagai hal yang biasa.

“Menurut Ketua dan Sekretaris di Sumut (pengusungan Sihar, red) itu tidak sesuai dengan aspirasi dibawah. Itu kami anggap sebagai demokrasi di partai saja,” kata Arsul di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (11/1/2018).

Arsul mengatakan, partainya sedang mencari waktu yang tepat untuk menjelaskan soal pengusungan Sihar kepada pihak-pihak yang menolak. Asrul yakin melalui proses dialog, musyawarah dan bicara dari hati ke hati, pihak-pihak tersebut dapat memahami putusan yang diambil. “Kami memang harus bijak, harus menjelaskan dengan baik. Kalau sekarang kan lagi marah, dijelaskan apapun kan tidak bisa,” katanya.

Diketahui, pendaftaran pasangan Djarot-Sihar ke KPU Sumut, Rabu (10/1/2018) sore tidak dihadiri para relawan dari PPP. Ketidakhadiran tersebut merupakan buntut dari penolakan DPW PPP Sumut terhadap calon yang diusung PPP Pusat, karena alasan tidak sesuai dengan azas partai.

Menanggapi itu, Djarot, mencoba menetralisir suasana. “Mohon doa restu dari PPP untuk solid memenangkan Pilkada di Sumut. Adanya perbedaan pada kader PPP merupakan hal yang wajar,” ujar Djarot di Kantor PPP Sumut.

Djarot menuturkan, setiap perbedaan merupakan sebuah pilihan. Yang paling penting adalah bagaimana saling bersikap toleran dan saling menjaga hak dan kewajiban masing-masing pihak. Dia tidak mau ikut campur lebih jauh dan menyerahkan masalah tersebut kepada internal PPP.

Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut berharap semua stakeholder PPP tetap solid memberikan dukungan dalam Pilkada. Sebab, menurut Djarot, Pilkada merupakan ajang mencari pemimpin sesuai dengan kompetensi, pengalaman, serta harus sosok yang bisa memberikan harapan baru. (sbc-03/tem)

 

 

 




Tinggalkan Balasan

error: