Search
Minggu 23 September 2018
  • :
  • :

Selain Katarak, AMD Juga Ancam Retina Para Lansia

Starberita – Jakarta, Selain katarak, age related macular degeneration (AMD) juga menjadi ancaman bagi para lansia. Gangguan pada retina mata ini berpotensi menyebabkan kebutaan. Faktor risiko yang ada juga dapat memicu terjadinya AMD.

Gangguan AMD terjadi pada makula yang memiliki fungsi penting terkait penglihatan pusat. Akibatnya, penderita mengalami gangguan penglihatan sentral atau distorsi penglihatan. Misalnya, ketika melihat ke jam dinding, penderita AMD hanya dapat melihat angka-angka di bagian tepi jam, sementara di bagian tengah tampak kabur, buram, gelap, atau bahkan hitam dan bergelombang. Kasus AMD dapat berlangsung lambat dan tidak tampak gejala awal, tetapi ada juga yang berlangsung cepat dengan progresivitas tinggi.

AMD menjadi penyebab kebutaan utama pada mereka yang berusia 50 tahun atau lebih. “Saraf mata di bagian tengah yang langsung alami kerusakan, jadi penglihatannya di tengah tampak kabur, buram, atau gelap. Bahayanya, ini menjadi penyebab utama kebutaan usia tua dengan tidak menampakkan gejala awal,” ujar Kepala Klinik Mata Utama JEC, dr Zeiras Eka Djamal SpM.

Beberapa faktor risiko yang dapat memicu lebih cepat terjadinya AMD adalah rokok, ras, dan hipertensi. Spesialis glaukoma dr Arini Safira SpM menjelaskan, rokok mengandung zat stres oksidatif yang merupakan molekul utama penyebab AMD.

“Semakin besar zat stres oksidatif ini pada retina, semakin besar risiko AMD,” bebernya. Dia mengingatkan makanan yang mengandung bahan pengawet juga dapat melepaskan zat berbahaya ini. Maka itu, sebaiknya batasi konsumsi makanan berpengawet.

Mengenai ras, Kaukasia merupakan ras yang paling rentan terkena AMD. Sekitar 11% ras Kaukasia berisiko tinggi alami AMD. Kondisi ini disebabkan iris mata mereka yang lebih tipis dengan pigmen yang kurang sehingga paparan sinar UV lebih mudah masuk ke syaraf mata dan merusak saraf. AMD dibedakan menjadi dua jenis, yaitu AMD basah dan kering. AMD basah umumnya menyebabkan kondisi yang lebih parah, meskipun lebih dapat ditangani.

Berbeda dengan AMD kering, prevalensinya justru lebih tinggi dibanding AMD basah. Tetapi, kemungkinan baru terdeteksi ketika penderita melakukan pemeriksaan mata. Degenerasi makula tipe basah adalah penyebab utama kehilangan penglihatan pada orang-orang berusia di atas 50.

Hal ini terjadi karena rusaknya bagian tengah retina yang dikenal sebagai makula. Retina adalah jaringan saraf yang peka terhadap sinar dan terletak di mata bagian belakang. Bentuk “basah” dari degenerasi makula terjadi karena pertumbuhan tidak normal dari pembuluh darah dari koroid yang terletak di bawah makula.

Pertumbuhan yang tidak normal ini akan menyebabkan pembuluh darah yang terbentuk lebih rapuh dan mudah pecah. Pecahnya pembuluh darah membuat darah dan cairan mengalir ke retina dan menyebabkan distorsi penglihatan yang membuat garis lurus tampak bergelombang, serta mengakibatkan titik buta (blind spot ) dan hilangnya penglihatan di bagian tengah. (sbc-02/okz)

 




Tinggalkan Balasan

error: