Search
Selasa 25 September 2018
  • :
  • :

Huntara Pengungsi Sinabung Diresmikan

Starberita – Kabanjahe, Wagubsu, Nurhajizah Marpaung menyebutkan bahwa saat ini tidak ada lagi warga korban erupsi Gunung Sinabung yang berada di lokasi pengungsian. Hal itu disampaikannya saat meresmikan Penempatan Hunian Sementara (huntara) di Desa Ndokum Siroga Karo, Kamis (12/1/2018).

Turut hadir diantaranya Bupati Karo Terkelin Brahmana, Wakil Bupati Karo Cory Sebayang, Perwakilan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI, Perwakilan Kementerian PU-Pera, dan unsur FKPD Karo. Sementara Wagub didampingi Kadis Lingkungan Hidup Hidayati, Staf Ahli Bidang Ekbang Binsar Situmorang dan BPBD Sumut.

“Kalau ada sesuatu menimpa kita, bagaimanapun kita harus tetap kompak dan kerjasama. Apalagi ini (erupsi) sudah cukup lama berlangsung, makanya kita harus sabar dan bersyukur, dalam kondisi apapun,” ujar Nurhajizah di hadapan ratusan warga di lokasi huntara yang sebagiannya telah dihuni Kepala Keluarga (KK).

Nurhajizah mengingatkan masyarakat yang ada agar tidak perlu marah kepada siapapun, terutama kepada Yang Maha Kuasa. Sebab menurutnya setiap musibah yang terjadi, pasti akan ada hikmah kebaikan dibalik itu. Namun Wagub tetap berharap keberadaan warga di huntara tidak terlalu lama, sebelum pindah ke hunian tetap (huntap) yang tengah dipersiapkan oleh pemerintah.

“Kami juga ingatkan kepada warga, jangan ada yang coba mendekati dan melewati zona merah. Meskipun kami tahu, sebagian besar disini adalah petani,” katanya.

Dalam penanganan pengungsi, lanjut Nurhajizah, pemerintah terus berusaha bagaimana caranya warga tidak lagi berada di pengungsian. Hal ini dibuktikan dengan telah masuknya ratusan KK ke huntara yang berada di Desa Ndokum Siroga 1, 2, dan 3. Dimana sejak dua hari lalu, masyarakat sudah mulai membersihkan lokasi hunian dan memindahkan barang-barang rumah tangga.

Sementara Bupati Karo, Terkelin Brahmana mengatakan bahwa huntara bukanlah hunian yang sempurna. Karena itu pihaknya berharap  masyarakat yang tinggal di lokasi bisa memaklumi keterbatasan tersebut. Sedangkan soal kekurangan yang mungkin masih menjadi kendala bagi warga, akan diperbaiki segera.

“Kepada Kepala Desa dan Camat, mohon diperhatikan kebutuhan primer warga seperti lampu penerangan. Semua yang terkait, kita minta agar peka terhadap kondisi yang ada. Karena itu juga kami berterimakasih kepada pemerintah pusat dan provinsi,” sebut Terkelin. (sbc-05)




Tinggalkan Balasan

error: