Search
Jumat 19 Januari 2018
  • :
  • :

Anggaran Guru Non PNS di Medan Masih Kecil

Starberita – Medan, Pemerintah Kota Medan pada tahun anggaran 2018 telah menampung honor guru non PNS yang mengajar di sekolah negeri di Kota Medan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp15 miliar.

Ternyata, anggaran tersebut masih terlalu kecil dibandingkan dengan jumlah guru non PNS yang mencapai 1.729 orang untuk tingkat Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

“Dengan banyaknya jumlah guru non PNS dan masih minimnya anggaran yang ditampung, maka honor yang akan diterima oleh masing-masing guru itu jauh dari jumlah Upah Minimum Kota (UMK) Kota Medan,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan, Hasan Basri, pada acara Hari Aspirasi Fraksi PKS DPRD Kota Medan dengan tema “Sejahterakan Guru Honorer” di ruang Fraksi PKS, lantai 4 gedung DPRD Kota Medan, Kamis (11/1/2017).

Hasan menyebutkan, tujuan awal ditampungnya anggaran untuk guru non PNS itu di APBD Kota Medan TA 2018 adalah untuk mensejahterakan para guru honorer, dengan menyesuaikan pendapatan guru honorer dengan UMK Kota Medan.

“Dari total anggaran sebesar Rp15 milir itu, kalau dibagi rata untuk 1.729 guru honorer di Medan, maka masing-masing mereka hanya akan menerima Rp 700 ribu per bulan. Jumlah itu masih sangat jauh dari UMK kita,” jelasnya.

Untuk itu, Hasan Basri, menambahkan pihaknya akan membahas masalah pembagian tunjangan untuk guru honorer itu bersama DPRD Kota Medan. Mengingat, tidak lah layak bila tunjangan guru honorer itu dibagi rata, dengan masa kerja guru honorer yang berbeda-beda.

“Dari catatan kami, lebih dari 1000 guru honorer yang telah memiliki masa kerja lebih dari 5 tahun dan sisanya memiliki masa kerja dibawah 5 tahun. Tidak pantaslah kita berikan honor untuk guru honorer yang baru masuk kerja dengan guru honorer yang sudah mau pensiun dengan gaji yang sama. Makanya, masalah ini harus kita bahas lagi,” ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Ketua Fraksi PKS, Jumadi, mengungkapkan walau anggaran untuk guru honorer itu masih terbilang kecil, namun setidaknya itu menjadi langkah awal yang baik untuk mensejahterakan para guru honorer di Kota Medan.

“Bukan tidak mungkin anggaran itu kita perjuangkan lagi untuk ditambah. Target kita, bagaimana guru honorer itu bisa mendapatkan gaji sesuai UMK,” ungkapnya. (sbc-02)

 




Tinggalkan Balasan