Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Jika Radang Amandel Tak Diobati, Mungkin Terjadi 4 Komplikasi Ini
Search
Minggu 20 Oktober 2019
  • :
  • :

Jika Radang Amandel Tak Diobati, Mungkin Terjadi 4 Komplikasi Ini

Starberita – Jakarta, Meski sebagian besar kasus radang amandel (tonsilitis) bisa pulih dengan sendirinya, namun Anda tetap disarankan menemui dokter jika mengalami gejalanya berlangsung sudah lebih dari 4 hari dan tidak menunjukan tanda-tanda pemulihan, atau justru semakin parah. Bila terus dibiarkan, bukannya tidak mungkin Anda bisa mengalami sederet komplikasi di bawah ini

Komplikasi radang amandel yang tidak diobati

1. Abses peritonsil

Abses peritonsil adalah infeksi bakteri lanjutan dari radang tenggorokan atau amandel yang tidak terobati. Abses peritonsil biasanya berupa benjolan berisi nanah yang tumbuh di dekat benjolan tonsil Anda. Gejala lainnya yang menyertai termasuk demam atau menggigil, bengkak di sekitar leher dan wajah, sakit kepala, sakit telinga di sisi amandel yang meradang, dan suara bindeng.

Benjolan abses ini juga membuat Anda kesulitan membuka mulut sepenuhnya, menelan makanan atau air, dan menimbulkan bau mulut.

Penyakit ini umumnya diobati dengan antibiotik atau dengan cara menguras isi nanah dalam benjolan dengan jarum di dokter THT.

2. Sleep apnea

Pembengkakan yang terjadi akibat infeksi amandel bisa menyumbat saluran pernapasan dan menganggu pernapasan normal. Jika dibiarkan akan menyebabkan sleep apnea, suatu kondisi di mana pernapasan bisa berhenti dalam waktu singkat atau napas menjadi dangkal saat tidur.

Pengobatan sleep apnea akibat kompilkasi radang amandel biasanya akan dilakukan operasi tonsilektomi, yaitu operasi pengangkatan amandel.

3. Glomerulonefritis akut

Radang amandel yang disebabkan oleh infeksi bakteri streptokokus dapat menyebabkan radang ginjal, suatu kondisi yang dikenal sebagai glomerulonefritis akut.

Bila bakteri yang menginfeksi tonsil masuk ke dalam aliran darah, bakteri bisa menyerang glomeruli.Glomeruli adalah layar penyaringan kecil di ginjal yang bertanggung jawab untuk mengeluarkan kotoran dari darah hasil penyaringan.

Ketika hal ini terjadi, sistem kekebalan tubuh merespon dengan menyebabkan peradangan dan pembentukan jaringan parut. Adanya jaringan parut pada ginjal mengganggu kemampuan glomeruli untuk menyaring darah.

Gejala yang muncul dari penyakit ini adalah berkurangnya jumlah urin, warna urin berubah sangat cokelat atau bahkan berdarah, paru-paru basah, hingga peningkatan tensi darah (hipertensi). Biasanya dokter akan memberikan obat kortikosteroid yang berguna untuk mengurangi peradangan

4. Demam rematik

Demam rematik terjadi pada anak-anak yang mengalami radang amandel akibat infeksi bakteri. Tak hanya demam, tetapi juga menyebabkan ruam, radang pada sendi, sakit perut, dan kelelahan.

Demam rematik dapat disembuhkan dengan pemberian antibiotik untuk melawan bakteri dan obat antiperadangan untuk mengurangi gejala nyeri sendi. Anak juga disarankan untuk lebih banyak istirahat supaya mempercepat tubuh kembali pulih. Pada kasus berat, demam rematik bisa menyebabkan peradangan di katup jantung. Ini membutuhkan bantuan medis sesegera mungkin.

Bagaimana mencegah komplikasi ini?

Untuk mencegah terjadinya komplikasi amandel, radang harus diobati dengan tepat. Dokter biasanya memberikan resep antibiotik untuk mengatasinya. Habiskan antibiotik sesuai dosis dan lama pengobatan yang disarankan dokter. (sbc-02/hel)

 




Tinggalkan Balasan

error: