Search
Rabu 5 Agustus 2020
  • :
  • :

Anak Minum Jus Buah Terlalu Manis Tingkatkan Resiko Terkena Asma

Starberita – Jakarta, Anda mungkin banyak mendengar mengenai konsumsi buah dan sayur baik untuk kesehatan tubuh. Sumber makanan dan minuman itu cukup bergizi untuk petumbuhan anak. Makanya, banyak dari orangtua yang akhirnya memberikan anak mereka buah dan sayur.

Tapi, peneliti ungkap bahwa anak yang minum jus buah terlalu manis atau ibu hamil mengonsumsi soda, lebih mungkin untuk mengembangkan risiko asma.

Periset menemukan bahwa anak-anak yang banyak mengonsumsi makanan yang mengandung fruktosa tinggi di usianya, 79 persen lebih mungkin untuk mengembangkan asma daripada anak-anak yang jarang atau tidak pernah mengonsumsi buah sintesis atau gula terlalu tinggi.

Kemudian, ibu hamil yang mengonsumsi soda pun punya masalah yang sama. Berdasar data, 70% dari ibu hamil itu akan memiliki anak yang didiagnosis menderita asma pada anak usia menengah dibandingkan dengan ibu hamil yang tidak mengonsumsi soda sama sekali selama kehamilannya.

Temuan ini menambah bukti bahwa sumber makanan dan minuman yang terlalu manis berbahaya. Para ahli memperingatkan setiap perempuan selama kehamilannya untuk menghindari diabetes gestasional dan komplikasi lainnya.

Periset dari Harvard University memeriksa data mengenai kebiasaan makan dari 1.000 pasangan ibu-anak serta informasi tentang kesehatan anak-anak, termasuk apakah mereka memiliki diagnosis asma pada usia tujuh sampai 9 tahun.

Mereka menggunakan informasi ini untuk menilai hubungan antara asma masa kecil, soda dan minuman manis lainnya. “Penelitian sebelumnya telah menghubungkan asupan minuman manis dengan obesitas, dan obesitas dengan asma,” kata rekan penulis studi Sheryl Rifas-Shiman.

Setelah peneliti memperhitungkan apakah anak-anak kelebihan berat badan atau obesitas, anak-anak dengan konsumsi fruktosa tertinggi masih 77 persen lebih mungkin menderita asma.

Studi yang diterbitkan dalam Annals of the American Thoracic Society menunjukkan bahwa ibu yang mengkonsumsi lebih banyak minuman manis cenderung memiliki bobot tubuh yang besar dan memiliki pendapatan dan pendidikan lebih sedikit daripada wanita yang umumnya menghindari minuman soda dan minuman manis.

Namun hubungan antara soda, minuman manis, dan asma masa kanak-kanak terus berlanjut bahkan setelah memperhitungkan faktor demografis ini.

“Selain mempengaruhi asma karena meningkatkan risiko obesitas, kami menemukan bahwa minuman bergula dan fruktosa tinggi dapat mempengaruhi risiko asma tidak sepenuhnya melalui obesitas,” kata Rifas-Shiman. “Temuan ini menunjukkan bahwa ada mekanisme tambahan dimana minuman manis dan fruktosa mempengaruhi risiko asma melebihi efeknya terhadap obesitas,” tambahnya.

Penelitian ini bukan eksperimen terkontrol yang dirancang untuk membuktikan bagaimana soda atau minuman manis dapat menyebabkan asma. Keterbatasan lain dalam penelitian ini adalah bahwa peneliti mengandalkan wanita untuk mengingat dan melaporkan secara akurat konsumsi soda untuk diri mereka sendiri dan anak-anak mereka yang mungkin tidak selalu akurat.

“Kami tidak tahu dengan pasti jalur yang tepat dimana minuman manis dan fruktosa menyebabkan asma,” ucap Rifas-Shiman. “Kami percaya, setidaknya sebagian mereka bertindak dengan meningkatkan peradangan yang dapat mempengaruhi perkembangan paru-paru anak,” tambahnya.

Dengan mengonsumsi makanan sehat selama kehamilan, itu sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi mereka dari penyakit kronis seperti asma di kemudian hari.

Seorang peneliti di University of Southern California yang tidak terlibat dalam penelitian ini, Dr Leda Chatzi, menambahkan pola makan yang sehat selama kehamilan pun memberi dampak penting bagi kehamilannya. Asupan yang baik itu melingkupi buah dan sayuran, roti dan biji-bijian, sumber protein, dan produk susu yang tepat. (sbc-02/okz)

 




Tinggalkan Balasan

error: