Search
Kamis 21 Maret 2019
  • :
  • :

Hati-hati, Ponsel Tingkatkan Resiko Kanker & Infertilitas

Starberita – Jakarta, Departemen Kesehatan Masyarakat California (CDPH), Amerika Serikat, telah mengeluarkan pedoman tentang bahaya paparan energi frekuensi radio dari telepon seluler. Mereka juga memperingatkan penduduk agar menjauhkan ponsel dari tubuh mereka untuk mengurangi risiko kanker dan infertilitas.

Peringatan tersebut dikeluarkan menyusul sebuah pertarungan hukum yang diprakarsai oleh peneliti UC Berkeley Joel Moskowitz tahun lalu, setelah dia menemukan dokumen draft mengenai masalah ini. Dokumen draft berisi bahaya paparan energi frekuensi radio dari ponsel tersebut telah ada sejak tahun 2010, namun tidak disebarkan kepada publik.

Dokumen pencegahan berjudul ‘Bagaimana mengurangi paparan energi frekuensi radio dari telepon seluler’, menyatakan bahwa sementara sains masih berkembang beberapa penelitian telah menyebutkan adanya hubungan antara penggunaan ponsel jangka panjang dan kanker.

Penelitian ini belum menetapkan hubungan pasti antara keduanya, dan bahwa risiko kesehatan potensial dari ponsel masih diperdebatkan di kalangan ilmuwan. Depkes California menyatakan bahwa panduan tersebut ditujukan untuk mereka yang peduli dengan risiko yang mungkin timbul.

Bagian utama dari nasihat yang dikeluarkan oleh otoritas adalah menjauhkan telepon dari tubuh Anda. “Menjaga telepon Anda beberapa meter dari Anda bisa membuat perbedaan besar,” katanya.

Ini berarti menggunakan pilihan speakerphone atau headset alih-alih memegang telepon sampai ke telinga Anda, dan meletakkan perangkat mobile Anda dalam ransel atau tas tangan dan tidak di saku.

Pedoman tersebut juga memperingatkan terhadap kebiasaan umum bagi mereka yang juga menggunakan perangkat mereka sebagai alarm saat tidur dan meletakkannya di samping kepala. “Kecuali telepon dimatikan atau dalam mode pesawat terbang, jaga jaraknya beberapa meter dari tempat tidur Anda” rujuk panduan tersebut.

Panduan tersebut juga menyoroti bahwa anak-anak dapat berisiko lebih besar karena tubuh mereka masih berkembang dan selama masa hidupnya mereka akan memiliki lebih banyak keterpaparan.

Dirilisnya panduan tersebuah mengikuti sebuah keputusan oleh Pengadilan Tinggi Sacramento yang diturunkan pada bulan Maret lalu. Negara berpendapat di pengadilan bahwa dokumen tidak resmi tersebut akan menyebabkan kepanikan yang tidak perlu.

Pada bulan Juli, California Brain Tumor Association mengadakan demonstrasi di Sacramento di luar gedung CDPH untuk meminta dokumen tersebut disebarkan ke publik.

Sutradara CDPH Dr Karen Smith mengatakan bahwa mereka merilis panduan ini karena ketertarikan publik terhadap risiko kesehatan terkait telepon seluler dan keputusannya tidak ada hubungannya dengan pertarungan pengadilan.

Sejumlah agen ahli termasuk Administrasi Makanan dan Obat-obatan AS, National Cancer Institute dan Centers for Disease Control and Prevention mengatakan bahwa bukti yang cukup belum dipresentasikan untuk menunjukkan hubungan antara paparan frekuensi radio dari telepon seluler dan masalah kesehatan.

Badan-badan tersebut menyarankan agar dilakukan lebih banyak penelitian. Badan Internasional untuk Penelitian Kanker telah mengklasifikasikan gelombang radio sebagai “kemungkinan karsinogen” namun bukti-buktinya terbatas. Badan Perlindungan Lingkungan AS (EPA) dan National Toxicology Program (NTP), sementara itu, belum secara formal mengklasifikasikan ponsel sebagai potensi penyebab kanker. (sbc-02/vnc)

 




Tinggalkan Balasan

error: