Search
Rabu 13 Desember 2017
  • :
  • :

Makan Terlalu Cepat, Ini Akibatnya Bagi Kesehatan Jantung

Starberita – Jakarta, Makan adalah salah satu cara kita mengisi nutrisi tubuh. Makan hendaknya dinikmati dan tidak tergesa-gesa, dengan begitu sistem pencernaan juga dapat mencerna makanan lebih baik.

Sayangnya, banyak orang yang makan dengan tergesa-gesa. Biasanya mereka makan dengan tergesa-gesa karena terburu-buru melakukan sesuatu, ada juga yang memang sudah kebiasaan makan dengan cepat. Ternayta hal tersebut tidak baik bagi kesehatan jantung loh! Ini buktinya!

Jangan Makan Terlalu Cepat jika ingin Jantung Sehat!

Seorang ahli jantung dari Hiroshima University Jepang, menuliskan studi mengenai cepat lambatnya makan yang mempengaruhi kesehatan jantung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas mengunyah makanan yang terlalu cepat akan berakibat kurang baik bagi kesehatan tubuh.

Dampak paling ringan karena terlalu cepat makan adalah pertambahan berat badan, dan yang terburuk merujuk pada terjadinya masalah pada jantung.

Studi menunjukkan bahwa orang yang mengunyah makanan lebih lama akan lebih lambat mengalami obesitas dan gangguan pengembangan sindrom metabolik, yaitu kombinasi antara penyakit jantung, diabetes, dan stroke. Selain itu, penyakit seperti tekanan darah tinggi, naiknya kadar gula, dan turunnya kadar kolesterol HDL juga bisa menjadi akibat makan terlalu cepat.

Orang yang makan dengan cepat akan cenderung tidak merasa kenyang, lalu kemudian ia makan dengan berlebihan. Makan dengan cepat menyebabkan terjadinya fluktuasi glukosa yang lebih besar dan dapat menyebabkan resistensi insulin.

Pada tahun 2008, Yamaji telah melakukan pengamatan pada 642 pria dan 441 wanita dengan usia rata-rata 51,2 tahun yang tidak memiliki sindrom metabolik. Kemudian, peserta dibagi dalam tiga kelompok berdasarkan kecepatan makan, yaitu cepat, normal, atau lambat.

Hasilnya dilihat lima tahun kemudian. Fakta menunjukkan bahwa peserta yang masuk dalam kelompok pemakan cepat sebanyak 11,6% mengembangkan sindrom metabolik, bagi kecepatan makannya normal 6,5%, dan yang lambat hanya 2,3%.

Selain alasan-alasan sebelumnya mengapa penting untuk makan dengan lambat adalah supaya perut memiliki waktu untuk memberitahu tubuh bahwa isinya sudah penuh. Selain itu, American Heart Association juga merekomendasikan untuk banyak mengkonsumsi biji-bijian, buah-buahan, dan sayuran, serta perbanyak olahraga untuk mengurangi risiko pengembangan sindrom metabolik.

Oleh karena itu, makanlah dengan perlahan. Nikmati makanan tersebut dan kunyahlah hingga lumat. Benar kata orang tua jangan makan terlalu cepat agar tidak tersedak, ternyata secara ilmiah pun terbukti bahwa makan dengan cepat itu tidak baik. (sbc-02/vnc)

 




Tinggalkan Balasan