Search
Rabu 13 Desember 2017
  • :
  • :

Sosialisasi Perda No. 5/2014, Setiap Anak di Medan Wajib Ikuti Pendidikan Madrasah

Starberita – Medan, Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (FPPP), Muhammad Yusuf, mengatakan setelah diberlakukannya Peraturan Daerah (Perda) Kota Medan No. 5 tahun 2014 tentang Madrasah Diniyah Takmiyah Awaliyah (MDTA) pada tahun 2018, maka setiap anak di Kota Medan harus mengikuti pendidikan madrasah.

“Sebab, ijazah MDTA ini merupakan salah satu syarat untuk mengikuti jenjang pendidikan selanjutnya,” kata Yusuf ketika mensosialisasikan Perda No. 5 tahun 2014 tentang MDTA di Jalan Yos Sudarso, Gang Masjid, Lingkungan 22, Kelurahan Pekan Labuhan, Kemacatan Medan Labuhan, Rabu (6/12/2017).

Dalam Perda ini, sebut Yusuf, juga diterapkan beberapa sanksi, seperti setiap atau badan usaha yang tidak memenuhi ketentuan sebagaimana yang dimaksud pada Pasal 17 BAB XI dan pasal 24 ayat (1) dikenakan sanksi administratif berupa peringatan tertulis, pembekuan izin dan pencabutan izin dan/atau penutupan. “Juga diancam pidana 1 bulan atau denda paling banyak Rp1 juta,” ujarnya.

Karenanya, sambung Yusuf, anak usia sekolah dasar/sederajat yang beragama Islam wajib mengikuti MDTA. “Wajib belajar MDTA ini bertujuan untuk memberikan bekal kemampuan beragama kepada peserta didik untuk mengembangkan kehidupan yang berilmu, beriman, bertaqwa, beramal shaleh, dan berakhlak mulia. Selain itu, juga menjadi warga negara yang mempunyai kepribadian, percaya diri, sehat jasmani dan rohani serta berguna bagi masyarakat, bangsa dan negara,” ungkapnya.

Sementara Ketua Forum Komunikasi Diniyah Takmiyah Kota Medan, Ihwan Lubis, berharap Perda MDTA dapat merubah moral para generasi muda. Sebab, katanya, selama ini dekadensi moral sudah sangat tinggi.

“Jadi, Perda ini menjadi titik awal bagi anak anak mengenal agama untuk betul-betul dilaksanakan. Ketika generasi muda kita sudah tahu dan paham dan mau melaksanakannya, insya Allah akan ada perubahan moral,” ujar Ihwan Lubis.

Selaku pihak pengusul, kata Ihwan, pihaknya akan terus mengawasi jalannya Perda ini, dengan tujuan agar produk hukum ini dapat berjalan sebagaimna yang diharapkan.

“Jika ada kesalahan maupun kejanggalan akan dievaluasi untuk dilakukan perbaikan. Mudah-mudahan dengan diberlakukannya Perda No. 5 tahun 2014  ini, Medan jadi percontohan di Sumatera Utara, bagaimana perubahan moral ini dibuat, setidaknya generasi muda tahu tentang agama,” tandasnya.

Sedengkan, Selly, perwakilan SD Negeri 50 Medan Labuhan mendukung penuh dibentuknya Perda tentang MDTA.  Sebab, menurutnya, saat ini pemahanan agama di kalangan anak didik masih sangat kurang. “Jangankan untuk baca Al-quran, baca ayat-ayat pendek saja masih banyak yang belum bisa,” katanya. (sbc-02)

 




Tinggalkan Balasan