Search
Rabu 13 Desember 2017
  • :
  • :

Wagubsu: Sungai Asahan Punya Potensi Pariwisata, Khususnya Arung Jeram

Starberita – Kisaran, Wagubsu, Nurhajizah Marpaung merasa bangga akan Desa Tangga yang memiliki Sungai Asahan sebagai perlintasian aliran dari Danau Toba.

“Sebagai putri asal Asahan, saya bangga akan Sungai Asahan di Desa Tangga karena memiliki rute rumit untuk dilalui dalam arung jeram yang termasuk nomor tiga terbahaya di dunia,” katanya ketika membuka Festifal Internasional Arung Jeram Sungai Asahan ‘Kaldera Toba’ (The Toba Caldera Asahan River White Water Festival 2017) di Desa Tangga Kabupaten Asahan, kemarin.

Oleh karena itu, Nurhajizah pun menyatakan bahwa Sungai Asahan merupakan potensi besar menjadi daya tarik wisata mancanegara, khususnya yang mengemari olahraga arung jeram. “Untuk itu mari kita bersama-sama majukan tempat ini yang sudah mendunia, sekaligus meneruskan cita-cita mantan Gubsu Almarhum HT Rizal Nurdin yang sempat merintinsnya di tahun 2000,” jelasnya.

Selain diikuti tim arung jeram nasional, festival tersebut juga diikuti oleh 10 negara asing. Hadir pada acara tersebut tokoh masyarakat dan juga permerhati Kaldera Toba, RE Nainggolan, Bupati Sergai yang juga Ketua Persatuan Arung Jeram Sumut, Soekirman, Wakil Bupati Tobasa, Hulman Sitorus, Kepala Biro Humas dan Protokol Sekdaprovsu, Ilyas S. Sitorus, serta SKPD dari Kabupaten Asahan dan Bupati Batubara. Secara pribadi, Nurhajizah

Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menumbuh kembangkan dan melestarikan seni budaya tradisional, mengembangkan olahraga air, mengairahkan kepariwisataan, dan mengelorakan cinta lingkungan melalui gerakan pelestarian serta pengembangan Danau Toba dan Sungai Asahan sebagai destinasi wisata nasional maupun international.

Nurhajizah memastikan akan dilakukan pembangunan infrastruktur dan penginapan berupa home stay di Desa Tangga untuk melengkapi daya tarik wisata. Ia berharap kedepannya perlombahan arung jeram internasional dapat menjadi even tahunan di Sumut.

Pemerhati Kaldera Toba, RE Nainggolan mengatakan, lokasi tersebut juga akan menguntungkan masyarakat sekitarnya, dimulai dari lokasi hingga pengusaha kecil. Menurutnya, ditingkatkannya sungai Asahan menjadi objek wisata akan mensejahtetakan masyarakat seperti di Toba Samosir. Pasalnya, sejak status Bandara Silangit menjadi international, jumlah wisata dalam hingga luar negeri terus meningkat.

“Untuk ke Sungai Asahan, wisatawan butuh waktu 2 jam saja dari Toba Samosir,” paparnya.

Sementara, Ketua Arung Jeram Sumut yang juga Bupati Sergai, Soekirman mengatakan sungai Asahan adalah nomor tiga paling bahaya setelah Colorrado yang pertama dan Afrika yang kedua. Kabupaten Sergai, kata Soekirman, juga memiliki lokasi untuk arung jeram tapi untuk tingkat pemula.

Laporan panitia yang juga Kadispora Sumut, Baharuddin mengatakan, jumlah anggota 175 orang yang terdiri peserta dalam negeri sebanyak 6 tim yaitu Kalimantan Utara, Jawa Barat, Aceh, Jawa Tengah, DKI, dan Sumut. Sementara 10 tim peserta dari luar negeri, yakni Republik Ceko, Jepang, Australia, Italia, Prancis, Malaysia ,Kanada, New Zealand, United Kingdom, dan Amerika Serikat. Pelaksanaan kegiatan kejuaraan Arung Jeram Internasional Tahun 2017 sendiri dilaksanakan pada tanggal 29 November sampai dengan 8 Desember 2017. (sbc-05)




Tinggalkan Balasan