Search
Rabu 13 Desember 2017
  • :
  • :

Tinjau Proyek Drainase Jalan Setia Budi, Walikota: Angkat Semua Tanah Bekas Galian Drainase

Starberita – Medan, Pembangunan drainase kini menjadi perhatian serius Walikota Medan, Dzulmi Eldin. Sebab, keberadaan drainase dinilainya sangat vital dalam upaya untuk mengendalikan air hujan yang berlebihan sehingga tidak terjadinya banjir. Itu sebabnya, Walikota, terus melakukan peninjauan sehingga drainase yang dikerjakan tidak asal jadi.

Setelah Jalan Teuku Cik Ditiro, Walikota, kembali meninjau pengerjaan drainase di Jalan Setia Budi, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal, Selasa (5/12/2017). Saat ini Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan tengah melakukan pembenahan drainase mulai dari simpang Titi Bobrok sampai simpang Jalan Dr Mansyur.

Walikota melihat sejauhmana pengerjaan drainase yang telah dilakukan.  Saat itu puluhan pekerja tengah memasang mal kayu disisi kiri dan kanan drainase.

Selesai pemasangan mal akan dilanjutkan dengan pengecoran. Selain mencegah dinding drainase tidak mudah ambrol, pengecoran yang dilakukan juga bertujuan untuk memperlancar jalannya aliran air. Oleh karenanya, Walikota, ingin pengerjaan drainase yang  dilakukan maksimal sehingga  dapat difungsikan sebagai pengendali banjir.

Selain mengecek kualitas pengerjaan drainase yang sedang dilakukan, Walikota,  kembali menyoroti tanah bekas galian drainase yang tak kunjung diangkat. Pasalnya, mulai simpang Jalan Sei Belutu sampai simpang Jalan Dr Mansyur, tanah bekas galian drainase dibiarkan menumpuk di bahu jalan.

Tak pelak tumpukan tanah tersebut mengundang protes warga sekitar. Selain menghalangi warga saat melintas, tumpukan tanah juga menyebabkan kawasan sekitarnya becek dan berlumpur akibat tergerus air hujan. Yang parahnya lagi tumpukan tanah sangat menganggu kelancaran arus lalu lintas, terutama pada saat jam sibuk.

“Peninjauan siang ini kita lakukan untuk memastikan pengerjaan drainase sesuai yang kita inginkan. Kita tidak ingin pengerjaan yang dilakukan asal jadi sehingga fungsi drainase sebagai pengendali banjir tidak terwujud.  Jika pengerjaan drainase sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, insya Allah dapat meminimalisir terjadinya genangan air maupun banjir,” kata Walikota.

Disamping itu, tegasnya lagi, peninjauan juga tidak terlepas untuk menjawab keluhan warga selama ini. Pasalnya, pihak pemborong selalu membiarkan tanah bekas galian drainase menumpuk di bahu jalan sehingga sangat mengganggu kenyamanan warga sekitar.

“Sekali lagi saya tegaskan, pembangunan drainase jangan sampai mengganggu kenyamanan warga sekitar, sebab tidak sedikit warga yang mengeluh karena tanah bekas galian drainase tidak diangkat-angkat dan dibiarkan menumpuk di pinggir jalan. Saya tidak mau mendengar keluhan itu lagi, seluruh tanah bekas galian drainase haru diangkat,” tegasnya.

Guna menyikapi keluhan warga, terutama warga seputaran Jalan Setia Budi, Walikota, selanjutnya memerintahkan kepada Kadis PU untuk segera mengangkat seluruh tanah bekas galian yang ada di sepanjang jalan.  Instruksi Walikota langsung disikapi, satu unit beko dan sejumlah truk diturunkan untuk membersihkan tanah bekas galian.

Walikota pun memantau langsung pembersihan yang dilakukan tersebut. Disamping pembersihan tanah bekas galian, Walikota juga minta agar genangan air yang di badan jalan juga dikeringkan. Warga sekitar pun angat mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Walikota karena telah menyahuti keluhan mereka.

“Terima kasih Pak Wali, keluhan kami  ternyata sudah ditindaklanjuti. Tanah bekas galian yang selama ini sangat mengganggu kenyamanan warga sekitar telah diangkat. Kami sangat mendukung pembangunan drainase yang dilakukan ini,” ungkap salah seorang warga kepada Walikota. (sbc-02)

 




Tinggalkan Balasan