Search
Minggu 12 Juli 2020
  • :
  • :

Wagubsu Harap Muhammadiyah Perhatikan Persoalan Perempuan Sumut

Starberita – Medan, Wagubsu, Nurhajizah Marpaung mengharapkan Muhammadiyah sebagai organisasi solid dan konsisten ikut memperhatikan persoalan yang dihadapi para perempuan khususnya yang ada di Sumatera Utara.

Seperti kita ketahui, kata Nurhajizah, bahwa narkoba adalah musuh dari seluruh bangsa di dunia tanpa mengenal status, gender dan usia. Diceritakan Nurhajizah ketika berkunjung ke ke lembaga permasyarakatan Tanjung Gusta sebanyak 581 orang perempuan pada usia produktif denga kisaran usia 17-25 tahun menjadi penghuni lapas tersebut. Sebagian besar mereka terlibat kasus narkoba.

“Gejala ini umumnya terjadi di seluruh lembaga permasyarakatan yang ada di Sumatera Utara. Inilah salah satu beban Sumut yang terberat,” ujar Nurhajizah pada Resepsi Milad ke-105 Muhammadiyah, di Medan, kemarin.

Turut hadir Ketua Umum Muhammadiyah Pusat, Haedar Nasir, Ketua PW Muhammadiyah Sumut, 25 Ketua pimpinan daerah Muhammadiyah se-Sumut, Rektor UMSU Agussani dan ratusan simpatisan Muhammadiyah.

Nurhajizah pun mengharapkan Muhammadiyah untuk meningkatkan perannya, berpatisipasi aktif dalam meningkatkan harkat dan martabat bangsa. Dia meyakini bahwa Muhammadiyah sejak dulu selalu mengutamakan bagaimana untuk mengangkat harkat dan martabat bangsa.

“Khususnya kaum wanita, anak dan Sumatera Utara pada umumnya,” sebutnya.

Selain itu, Nurhajizah juga mengajak Muhammadiyah agar ikut berperan aktif dalam proses pembangunan khususnya yang ada di Sumatera. “Agar pembangunan di Sumut berjalan secara keseluruhan dan berjalan secara tepat, cepat, dan benar,” kata Nurhajizah.

Menjelang Pilkada yang akan berlangsung di Sumut dalam waktu dekat Wagubsu juga mengajak Muhammadiyah agar ikut mengawal jalannya pilkada nantinya khususnya di Sumatera Utara.

“Mari kita perkuat sistem demokrasi, politik agar kita tak teradudombakan lagi sehingga individu-individu berbagai komunitas yang ada di masyarakat mampu bertindak dan melakukan berbagai aktifitas secara mandiri, otonomi kreatif serta bertanggungjawab berdasarkan aturan yang berlaku, UUD 1945 dan Pancasila,” kata Nurhajizah.

Ketua PW Muhammadiyah Sumut, Hasyimsyah mengatakan, acara resepsi Milad Muhammadiyah ke-105 juga telah dirangkaikan dengan berbagai kegiatan yang diantaranya rapat pimpinan untuk menetapkan kebijakan strategis sesuai dengan keputusan Tanwir Muhammadiyah di Manado. Salah satunya akan membangun Gedung Muhammadiyah menjadi Mesjid dan Gedung Dakwah Muhammadiyah berlantai 9 yang diperkirakan biayanya menghabiskan 60 Miliar rupiah.

“Sudah disepakati bersama 25 Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se Sumatera Utara. Mudah-mudahan tiga tahun kedepan sudah terealisasi pembangunannya,” sebut Hasyimsah.

Pada kesempatan itu, Hasyimsyah juga Haedar Nashir mengajak semua pihak untuk menjaga persatuan menjelang Pilkada khususnya di Sumatera Utara pada 2018 mendatang. Sebab, belakangan ini terjadi masalah dalam kehidupan kebangsaan sebagai imbas dari perpolitikan nasional.

“Yakni ada nuansa saling membelah, pro pada calonnya masing-masing hingga terjadi perpecahan si masyarakat,” sebutnya.

Menurut Hasyimsyah, jika masalah-masalah tersebut tidak dikelola dengan baik, akan meretakkan kehidupan kebangsaan. Karena itu, kata dia, Muhammadiyah berkomitmen mengajak semua pihak untuk memiliki platform dalam sebuah format yang dapat merekatkan kebersamaan.

“Boleh ada kompetisi dan persaingan. Tapi kita harus elegan menolak kompetisi agar tidak terjadi konflik,” katanya seraya menambahkan, bangsa Indonesia khususnya masyarakat Sumut tidak boleh kehilangan peluang gara-gara perbedaan pilihan. (sbc-05)
nurhajizah marpaung, perempuan, muhammadiyah

 

Erry Tinjau Lokasi Banjir di Tebing Tinggi
Starberita – Tebing Tinggi, Gubsu, Tengku Erry Nuradi di dampingi Walikota Tebing Tinggi, Umar Zunaidi Hasibuan dan Bupati Serdang Bedagai, Soekirman meninjau lokasi banjir yang melanda dua daerah tersebut, Minggu (3/12/2017).

Erry langsung mengelilingi lokasi pemukiman warga yang masih terendam air. Walaupun banjir mulai surut, warga senang berdialog dan dikunjungi Gubsu. Saat berada di posko pengungsian, Erry menyerahkan sejumlah bantuan yang diperlukan.

“Hari ini sudah surut, semalam lebih 1 meter banjirnya Pak,” ujar Inun kepada Tengku Erry saat meninjau banjir di sekitar Jalan Bawang Putih, Lingkungan 6, Kelurahan Bandar Sakti, Kecamatan Bajenis, Kota Tebing Tinggi, sekira pukul 16.30 wib.

Banjir yang melanda Tebing Tinggi, Sabtu (2/12) sekira jam 07.00 wib dengan ketinggian air mencapai 2,3 meter di sekitar pinggiran sungai itu, membuat warga tidak sempat menyelamatkan barang berharga.

“Tidak ada korban jiwa tapi banyak barang-barang tidak terselamatkan,” sebut Inun.

Warga yang ditemui Erry juga mengatakan walaupun banjir sudah mulai surut, namun warga masih trauma. Mereka takut banjir susulan akibat hujan yang terus di sekitar pegunungan.

“Warga masih trauma dan takut. Banyak yang gak tidur karena ada kabar hujan di Sinda Raya,” terangnya.

Sementara, Gubsu, Tengku Erry Nuradi menyampaikan keprihatinannya kepada masyarakat. “Hari ini kita datang untuk melihat bagaimana kondisi masyarakat yang menjadi korban banjir. Kita ketahui memang belakangan ini, intensitas hujan cukup tinggi di hampir seluruh daerah di Sumatera Utara. Sehingga Tebing Tinggi menjadi kawasan yang paling parah terkena dampak banjir,” ujar Erry.

Tengku Erry berharap bencana banjir bisa segera selesai dan masyarakat kembali beraktivitas seperti biasa. Sebab dengan kejadian ini, perekonomian warga terganggu.

“Ada tiga hal yang harus kita siapkan jika terjadi bencana. Pertama pencarian dan penyelamatan kepada korban, khususnya jika ada warga yang hilang. Kedua tanggap darurat, seperti mendirikan tenda, posko keamanan dan posko kesehatan dan sebagainya yang diperlukan untuk menangani korban,” sebut Erry.

Sementara langkah ketiga yakni pasca bencana. Berbagai kerugian fisik biasanya muncul seperti kerusakan bangunan dan infrastruktur lainnya. Terutama fasilitas umum, apakah sekolah, rumah ibadah dan sebagainya. Selain bangunan, tentu terpenting juga adalah perbaikan jalan dan jembatan yang rusak, sebagai akses sosial ekonomi masyarakat.

“Begitu juga dengan masyarakat yang masih tinggal di bantaran sungai (DAS), kita harapkan untuk bisa pindah, karena bisa membahayakan penduduk itu sendiri. Untuk kepindahan, pemerintah mendorong adanya relokasi ke tempat yang lebih baik seperti rumah susun,” ucap Erry.

Untuk bantuan yang diberikan, yakni sebanyak 30 karung beras, 30 kota mie instan, dan 60 kaleng ikan sarden yang diberikan langsung oleh Erry kepada masyarakat di tenda pengungsian usai meninjau pemukiman warga yang terendam air.

Bantuan tersebut diberikan bertahap setelah pihaknya menerima data lengkap berapa banyak yang terdampak banjir di Kota Tebing Tinggi. Selain Tebing Tinggi, lanjutnya, beberapa daerah juga terkena dampak banjir seperti Langkat, Simalungun, Sergai, Nias, Madina, Tapsel dan sejumlah daerah lainnya.

Kadis Sosial Sumut, Rajali yang ikut mendampingi Gubernur menyebutkan bahwa pihak Tim Tagana Dinsos Sumut telah siaga sejak awal bencana untuk membantu masyarakat yang menjadi korban bencana. Selian itu, Dinsos Sumut juga menyiapkan 100 paket pakaian kepada masyarakat. Saat ini, mereka menunggu koordinasi dari Pemkab/Pemko agar Pemprov Sumut bisa menyalurkan bantuan berupa sembako kepada warga.

“Untuk sementara ini kita berikan dulu bantuan pakaian kepada masyarakat. Selanjutnya kalau sembako nanti setelah kita berkoordinasi dan menerima data dari Pemkab/Pemko, berapa jumlah korban,” sebut Rajali. (sbc-05)




Tinggalkan Balasan

error: