Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Wajib Perhatikan, Ini Beda Gejala ADHD Anak Perempuan dengan Laki-Laki
Search
Senin 23 September 2019
  • :
  • :

Wajib Perhatikan, Ini Beda Gejala ADHD Anak Perempuan dengan Laki-Laki

Starberita – Jakarta, ADHD (Attention Deficit Hyperactive Disorder) merupakan sebuah gangguan pada perkembangan otak yang biasanya terlihat sedari kanak-kanak. Gangguan ini menyebabkan pengidapnya menjadi hiperaktif, impulsif, dan susah untuk fokus atau berkonsentrasi pada suatu hal.

Gangguan ADHD atau yang awalnya dikenal dengan nama ADD (Attention Deficit Disorder), ternyata tidak hanya terjadi pada anak-anak saja, tapi juga bisa berlanjut hingga si anak beranjak dewasa. Di Indonesia, anak dengan ADHD telah diberi perhatian khusus, dan perlakuan istimewa di sekolah. Bahkan, ada beberapa sekolah khusus bagi anak-anak spesial dengan ADHD.

Namun, tidak cukup sampai di situ saja, tanpa diketahui para orangtua ADHD yang sudah populer di telinga masyarakat Indonesia, nyatanya memiliki ciri yang berbeda antara ADHD yang terjadi pada anak laki-laki, dengan ADHD yang terjadi pada anak perempuan. Jika sebagian besar ciri-ciri ADHD pada anak laki-laki, meliputi sering memanjat benda, tidak sabaran, dan sulit melakukan apa yang diperintahkan, maka berbeda dengan ciri yang terdapat pada anak perempuan.

Hanya sedikit orang yang bisa menjelaskan ciri ADHD pada anak perempuan. Pasalnya, anak perempuan biasanya lebih ceria, banyak teman, dan selalu belajar untuk mendapatkan nilai bagus.

Sayangnya, gejala-gejala yang ada pada anak perempuan sering diabaikan oleh orangtua dan orang-orang disekitarnya. Padahal, ADHD yang tidak didiagnosis cepat memiliki kemungkinan risiko yang lebih fatal, seperti bermasalah pada seks, berprestasi rendah, dan minder, bahkan pada anak perempuan yang ciri ADHDnya sering tidak tampak bisa menimbulkan masalah kesehatan mental. Untuk itu, diagnosis dini sangat penting, dan sangat diperlukan.

ADHD pada anak perempuan tidak jelas terlihat seperti pada anak laki-laki, namun pada anak perempuan ADHD bisa terlihat dari perilaku hiperaktifnya yang ketika berada di kelas kerap berkeliaran ke meja-meja temannya. Ciri lainnya, anak perempuan yang memiliki ADHD biasanya memiliki prestasi yang rendah di kelas, dengan kata lain anak perempuan tidak mencapai nilai setinggi anak laki-laki.

Masih dalam sumber yang sama, gejala ADHD pada anak perempuan terkadang tersembunyi, karena mereka bekerja keras untuk memenuhi harapan orang-orang dewasa di sekitarnya. Hal tersebut terjadi, sebab mereka kerap merasa orang dewasa memiliki harapan yang berbeda terhadap anak perempuan dengan anak laki-laki, contohnya anak perempuan harus lebih rapi dan teratur daripada anak laki-laki, juga mencapai nilai lebih bagus, dan bersikap lebih tenang.

Namun, ciri yang lebih jelas, dan bisa dijadikan sebagai diagnosis awal oleh orangtua atau orang dewasa di sekitar anak-anak perempuan, yakni anak perempuan dengan ADHD membutuhkan waktu lebih lama dari seharusnya ketika mengerjakan pekerjaan rumah, mudah terganggu konsentrasinya, memiliki pemahaman membaca yang lemah, dia bisa mendapatkan fakta dari teks, tapi tidak mampu membuat korelasi antara gagasan yang dibacanya.

Selain itu, anak perempuan dengan ADHD juga biasanya sulit untuk menangkap isyarat yang kerap terjadi di sekitarnya, akhirnya kelompok kecil dalam kelas atau taman bermain mulai mengisolasi, dan mengolok-oloknya. Anak perempuan dengan ADHD juga biasanya salah menempatkan suatu benda secara teratur, dan tidak pada tempatnya, cerewet dalam kelas, dan moody. (sbc-02/okz)

 




Tinggalkan Balasan

error: