Search
Minggu 19 November 2017
  • :
  • :

Kenapa Wanita Asia Lebih Rentan Kena Osteoporosis?

Starberita – Jakarta, Osteoporosis adalah kondisi saat kualitas kepadatan tulang Anda menurun sehingga membuat tulang jadi mudah keropos dan retak. Risiko wanita mengidap osteoporosis empat kali lebih besar dibandingkan dengan risiko pada pria. Bahkan penelitian terbaru menyebutkan jika angka osteoporosis pada wanita Asia lebih tinggi ketimbang wanita dari etnis lainnya. Mengapa bisa begitu? Cari tahu jawabannya dibawah ini.

Kenapa wanita Asia lebih rentan kena osteoporosis?

Berbagai penelitian menyebutkan jika wanita Asia berisiko lebih tinggi mengalami osteoporosis. Ada beberapa alasan mengapa hal ini bisa terjadi, yaitu:

  • Secara umum asupan kalsium wanita Asia rendah. Salah satu alasannya karena sekitar 90 persen wanita Asia mengalami intoleransi laktosa yang menyebabkan mereka tidak bisa mengonsumsi produk susu hewani. Padahal, susu merupakan sumber utama kalsium dalam makanan yang berperan penting membangun dan mempertahankan kerangka tulang yang sehat.
  • Kebanyakan wanita etnis Asia memiliki postur tubuh yang relatif kecil, karena kerangka tulangnya lebih kecil dibandingkan dengan etnis lainnya. Hal ini membuat massa tulang mereka lebih rendah daripada rata-rata massa tulang orang-orang di seluruh dunia. Akibatnya, ada risiko lebih besar mengalami patah tulang akibat osteoporosis.

Selain berbagai hal yang sudah disebutkan di atas, pada dasarnya semua wanita di seluruh dunia lebih berisiko mengalami osteoporosis dibandingkan dengan pria. Hal ini disebabkan karena adanya penurunan hormon estrogen sebagai akibat dari proses menopause. Hormon estrogen ikut berperan dalam proses produksi massa tulang serta mampu mengendalikan aktivitas pembentuk tulang (osteoblast) dan penyerap tulang (osteoclast).

Selain menopause, wanita juga akan lebih rentan mengalami osteoporosis apabila memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur mendapatkan menstruasi pertama pada usia lebih muda, dan mengalami menopause lebih cepat.

Cara mencegah osteoporosis pada wanita

Ada berbagai cara yang bisa dilakukan sebagai upaya pencegahan osteoporosis pada wanita, yaitu:

  1. Penuhi kebutuhan kalsium dan vitamin D

Kalsium merupakan mineral utama yang dibutuhkan tubuh untuk membangun tulang yang kuat. Sedangkan vitamin D dibutuhkan untuk memaksimalkan penyerapan kalsium dan fosfor di dalam tubuh.

Anda bisa mendapatkan asupan kalsium dari susu, ikan sarden, ikan teri, tahu, edamame, bayam, kangkung, susu kedelai, dan lain sebagainya. Sementara vitamin D bisa Anda dapatkan secara otomatis ketika terpapar sinar matahari. Selain itu, Anda juga bisa mendapatkan sumber asupan vitamin D dari minyak ikan kod, salmon, hati sapi, telur, susu, jamur kancing, dan lainnya.

  1. Olahraga

Sama seperti otot, tulang Anda akan menjadi lebih kuat jika Anda rutin melatihnya. Melakukan olahraga weight bearing dan kekuatan otot dapat mendukung pembentukan tulang sehingga bisa mencegah osteoporosis pada wanita.

Latihan beban (weight bearing exercise, bukan olahraga angkat beban) akan memaksa tubuh Anda bekerja melawan gravitasi saat Anda bergerak. Nah, hal tersebut mendorong tubuh untuk membentuk tulang baru. Latihan beban meliputi aerobik, naik turun tangga, lompat tali, jogging, tai chi, jalan santai, yoga, dan lain sebagainya.

Latihan otot juga penting dalam membangun otot dan tulang untuk mencegah osteoporosis. Selain itu, latihan jenis ini akan membuat Anda lebih lentur sehingga akan menurunkan risiko Anda terjatuh. Beberapa contoh latihan kekuatan otot yang bisa Anda coba di rumah adalah push up, sit up, dan angkat beban menggunakan dumbbell.

Jika Anda telah memiliki penyakit kronis tertentu, sebaiknya konsultasikan lebih dulu dengan dokter sebelum Anda melakukan beberapa olahraga yang telah disebutkan di atas.

  1. Berhenti merokok

Jika Anda merokok, Anda dianjurkan untuk berhenti. Pasalnya, merokok dapat mengganggu penyerapan kalsium sehingga kalsium yang disimpan dalam tubuh justru terbuang sia-sia. Akibatnya, tulang Anda tidak dapat berfungsi dengan baik. Selain itu, perokok wanita lebih berisiko terkena masalah kesehatan setelah menopause dini daripada wanita yang tidak merokok. (sbc-02/hel)

 




Tinggalkan Balasan