Search
Minggu 19 November 2017
  • :
  • :

Walikota Minta Satu Kelurahan Jadi Percontohan BPJS Kesehatan

Starberita – Medan, Walikota Medan, Dzulmi Eldin, mengharapkan ada satu kelurahan di Kota Medan yang menjadi Kelurahan Sadar BPJS Kesehatan. Artinya, seluruh warga yang ada di kelurahan itu sudah terdaftar menjadi peserta BPJS Kesehatan.

“Hal ini penting dilakukan untuk menginspirasi sekaligus memotivasi warga agar mau menjadi peserta BPJS Kesehatan. Dengan demikian, kesehatan seluruh  masyarakat akan terproteksi dengan baik,” kata Walikota kepada Kepala BPJS Cabang Kota Medan, dr Ari Dwi Aryani, saat beraudiensi di Rumah Dinas Walikota, Jalan Sudirman Medan, Selasa (14/11/2017).

Dijelaskan Walikota, kesehatan itu sangat penting, sebab merupakan faktor utama untuk melakukan aktifitas secara optimal yang sangat menentukanterhadap prestasi maupun produktifitas. Oleh karenanya dia berharap agar seluruh warga Kota Medan menjadi peserta BPJS Kesehatan baik itu BPJS BPI (Penerima Bantuan Iuran) maupun BPJS Non PBI (Bukan Penerima Bantuan Iuran).

“Program BPJS yang dibuat Bapak Presiden sudah cukup bagus. Apalagi saat ini juika sudah terdaftar menjadi peserta BPJS Kesehatan, bisa dipergunakan dimana saja untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Untuk itulah saya berharap agar seluruh warga Kota Medan  terdaftar menjadi peserta BPJS,” kata Walikota.

Lantaran menilai pentingnya BPJS Kesehatan bagi warga dalam mendapatkan pelayanan kesehatan, Walikota, minta kepada kadis Kesehatan Kota Medan Usma Polita yang ikut mendampingi  dalam audiensi agar bekerjasama dengan organisasi perangakat daerah (OPD) terkait agar membuat satu kelurahan di Kota Medan menjadi Kelurahan Sadar BPJS Kesehatan.

Walikota berharap kelurahan itu selanjutnyan akan menjadi percontohan bagi kelurahan lainnya di Kota Medan agar sleuruh warganya terdaftar menjadi peserta BPJS Kesehatan. Guna mendukung  kelancarabn rencana tersebut, Eldin pun minta dilakukan kerjasama dengan stakeholder yang ada.

Selain membuat kelurahan percontohan BPJS, Walikota juga menyarankan kepada pihak BPJS dan Dinas Kesehatan Kota Medan terus mengedukasi masyarakat akan pentingnya terdaftar menjadi peserta BPJS Kesehatan. Dengan begitu masyarakat dengan penuh kesadaran akan masuk menjadi peserta BPJS Kesehatan.

Apalagi, bilang Wali,ota, iuran yang  dibayarkan setiap bulannya tidaklah besar dan memberatkan, sebab  Kelas 1  hanya Rp80.000, Kelas 2 Rp51.000 dan kelas 3 Rp25.500, sedangkan manfaat yang diperoleh sangat besar. Diingatkannya, biaya  yang dikeluarkan jika sudah sakit tidak kecil.

“Ingat apabila  sudah jatuh sakit, banyak pun harta yang dimiliki bisa habis. Untuk itu saya menghimbau warga  yang belum mendaftar menjadi peserta BPJS Kesehatan agar mendaftar. Jika pun nantinya kita tidak sakit, anggap saja itu sebagai sedekah yang kita keluarkan setiap bulannya. Orang yang rajin sedekah, insya Allah dijauhkan dari segala penyakit,” ugkapnya.

Disamping itu, Walikota, juga berpesan kepada pihak BPJS Cabang Medan agar minta kepada rumah sakit yang menjadi provider agar melarang dokter melakukan pengobatan melalui  telepon karena tidak berada di tempat pada saat masyarakat berobat. Faktor ini ditengarainya menjadi salah satu keengganan masyarakat untuk menjadi peserta BPJS Kesehatan.

Selanjutnya, Walikota, minta pihak BPJS  agar melakukan pengawasan secara ketat terhadap rumah sakit yang menjadi provider. Sebab,  dia menduga tidak tertutup kemungkinan ada rumah sakit yang melakukan kecurangan terhadap biaya BPJS. Jika itu ditemukan, Walikota minta agar rumah sakit yang bersangkutan dikeluarkan dan tak menajdi provider lagi.

Guna mencegah hal itu tidak terjadi, Walikota menyarankan kepada pihak BPJS agar pihak rumah sakit mamu membuat surat pernyataan  yang menyatakan tidak akan melakukan kecurangan terhadap biaya BPJS. “Surat pernyataan itu seperti fakta integritas, sebab kita tidak mau ada segelintir  orang memanfaatkan keuntungan dari masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan,” tegasnya.

Sementara itu Kepala BPJS Cabang Kota Medan dr Ari Dwi Aryani sangat mengapresiasi dan emngucapkan terima kasih atas rencana Wali Kota untuk membuat satu Kelurahan  Sadar BPJS Kesehatan. Sebab, rencana itu bertujuan untuk  mengajak masyarakat mau mendaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan.

Dwi Aryani mengungkapkan, saat ini  dari jumlah 2,4 juta jumlah penduduik di Kota Medan, sekitar 2,2 juta.  “Artinya, sudah 90% penduduk Kota Medan yang terdaftar menajdi peserta BPJS Kesehatan. Sudah itu Pemko Medan sendiri menjamin atau membayarkan sekitar 250 ribu penduduknya menjadi  peserrta BPJS Kesehatan,” jelas Dwi Aryani.

Oleh karenanya Dwi Aryani menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Wali Kota Medan karena sangatconcern dengan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Selain concern, Walikota juga dinilainya sangat memahami dengan program JKN, baik itu tentang kepesertaan BPJS, pelayanan kesehatan serta kegiatan kegiatan pencegahan kecurangan yang dilakukanrumah sakitatas program BPJS. (sbc-02)

 




Tinggalkan Balasan