Search
Minggu 19 November 2017
  • :
  • :

Tak Tega Lihat Anak Sekolah Jauh Berjalan, Warga Ngadu ke DPRD Medan

Starberita – Medan, Masyarakat Kecamatan Medan Denai, Selasa (14/11/2017)  mengadu kepada Komisi A DPRD Kota Medan, karena tidak tega melihat siswa SMA Negeri 21 yang terletak di Jalan Kramat Indah/Selambo harus jauh berjalan menuju dan pulang sekolah. Padahal, ada sekitar 300 meter lahan kosong tidak jauh dari situ.

“Para siswa harus memasuki area PTPN II sebagai jalan alternatif. Kami minta area lahan seluas sekitar 300 meter itu dibebaskan untuk akses jalan anak-anak sekolah. Kasihan sekali kami melihat mereka jauh sekali jalan,” ucap Kepala Lingkungan IX, Ali Solikin Siregar, kepada jajaran Komisi A DPRD Kota Medan, Selasa (14/11/2017).

Sementara Lurah Medan Tenggara, Pandapotan Siregar, mengatakan warga sudah membuat permohonan ke Kelurahan, sehingga pihaknya mengeluarkan surat dukungan. Sedangkan Camat Medan Denai, Hendra Asmilan, menerangkan lahan kosong sekitar 300 meter merupakan area wilayah Medan, tapi hingga kini tidak diketahui pemiliknya.

Masriani Simamora, mewakili pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) dalam pertemuan itu menyarankan agar terlebih dahulu dilakukan peninjauan ke lapangan secara bersama-sama, sehingga diketahui status tanah yang diusulkan warga.

Menyikapi itu, anggota Komisi A, Rajudin Sagala, menyarankan harus dilakukan pertemuan secara menyeluruh dengan mengundang pihak-pihak terkait. “Kita harus undang pihak Dinas Bina Marga untuk melihat apakah tanah yang diusulkan warga bisa dibuat jalan. Proses lainya harus melibatkan pihak TRTB Medan, BPN Perkim, termasuk Lurah dan Camat untuk mengetahui langsung lahan yang diminta warga. Karena ada tiga kapling tanah kosong yang statusnya merupakan SK Camat. Jadi, seluruh instansi ini akan kita panggil dulu untuk bersama-sama meninjau ke lapangan,” ungkap Rajudin.

Anggota Komisi A lain, Umi Kalsum, menyampaikan seluruh proses pembebasan lahan membutuhkan waktu yang panjang, karena harus dilakukan peninjauan terlebih dahulu ke lapangan. “ Bagaimanapun kita bersama-sama duduk satu meja dan melakukan peninjauan ke lapangan. Apakah lahan tiga persil yang kosong ada tidak pemiliknya dan mau tidak dilakukan pembebasan dengan sistem ganti rugi dari Pemerintah Kota bila disetujui,” katanya. (sbc-02)

 




Tinggalkan Balasan