Search
Minggu 19 November 2017
  • :
  • :

Ranperda Penanggulangan Bencana Rampung, Kutip Dana Tanpa Izin Denda Rp50 Juta

Starberita – Medan, Anggota DPRD Kota Medan yang tergabung dalam Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Kota Medan tentang Penanggulangan Bencana telah merampungkan pembahasan, Selasa (14/11/2017) yang dipimpin Ketua Pansus, Hendra DS.

Ranperda tersebut sebanyak XIV BAB dan 63 Pasal. Pada pasal 62 dalam ketentuan Pidana disebutkan setiap orang yang mengumpulkan uang atau barang alasan untuk bencana tanpa izin, maka diancam pidana 6 bulan atau denda Rp50 juta.

Sedangkan pada BAB IV tentang hak dan kewajiban masyarakat. Pada pasal 7 ayat 3 disebutkan setiap orang berhak untuk memperoleh ganti kerugian karena terkena bencana akibat kegagalan kontruksi. Maka ganti rugi dibebankan kepada pemilik konstruksi atau pemerintah.

Sama halnya saat tanggap darurat pada pasal 42 yakni penyelenggaraan penanggulangan bencana pada tahap pasca bencana meliputi rehabilitasi dan rekonstruksi. Pada pasal 29 juga ditegaskan penyelenggara penanggulangan bencana dalam situasi potensi bencana meliputi kesiap-siagaan, peringatan dini dan mitigasi bencana.

Perda ini juga memuat dan merinci jenis bencana pada BAB VII pasal 17 terdiri bencana alam, bencana non alam dan bencana sosial. Bencana alam meliputi gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir, kekeringan, angin topan, badai, tanah longsor dan abrasi.

Sedangkan bencana non alam yakni gagal teknologi, gagal modernisasi, epidemi, wabah penyakit, HIV/AIDS, Korban narkoba kecelakaan laut dan kebakaran. Sementara bencana sosial merupakan konflik sosial antar kelompok komunitas masyarakat.

Usai rapat, Hendra DS, mengatakan dijadwalkan Ranperda disahkan menjadi Perda pada Senin (20/11/2017) mendatang. “Kiranya Perda dapat bermanfaat kepada semua pihak. Perda sudah mengakomodir dan berpihak kepada masyarakat,” katanya. (sbc-02)

 




Tinggalkan Balasan