Search
Minggu 19 November 2017
  • :
  • :

Pilkada & Asian Games Lecut Pertumbuhan Ekonomi 2018

Starberita – Jakarta, Ekonom Universitas Indonesia Lana Soelistianingsih memperkirakan pertumbuhan ekonomi tahun depan akan lebih baik karena adanya penyenggaraan Pilkada serentak di 171 wilayah dan berlangsungnya Asian Games pada Agustus 2018. “Adanya Pilkada serentak sampai Asian Games, paling tidak akan membantu (kondisi ekonomi di 2018),” kata Lana saat dihubungi di Jakarta, kemarin.

Menurut dia, gairah ekonomi di daerah akan menggeliat karena ada belanja besar di daerah yang mengadakan Pilkada. Padahal selama ini diketahui kekuatan penggerak ekonomi berbagai daeah ada di sektor komoditasnya.

Contohnya, wilayah Kalimantan yang menghasilkan komoditas perkebunan dari sawit untuk crude palm oil (CPO) dan batubara, kalau harganya tidak baik akan berdampak pada kondisi ekonomi daerah. Berbeda dengan di Pulau Jawa yang mengandalkan manufaktur yang tidak terlalu berdampak jika harga komoditas sedang jatuh.

Namun sebaliknya harga komoditas di Jawa akan menentukan ekonomi di wilayah lain. Lantaran penyelenggaran Pilkada serentak akan digelar tahun depan, maka akan mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah. “Karena tahun pemilu, pemerintah pusat akan menambah anggaran politik karena pilkada. Ini yang membantu pertumbuhan ekonomi di daerah,” ujarnya.

Lana melihat pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 5,15-5,18 persen tahun depan. “Yang ditargetkan pemerintah 5,3-5,4 persen sepertinya sulit. Ekonomi Indonesia belum membaik sedrastis itu tahun depan,” ujarnya.

Namun, jika harga komoditas di Indonesia memang mengalami kenaikan yang cukup tinggi, pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan kemungkinan bisa tercapai. “Tapi, dengan catatan komoditas harganya naik karena memang permintaannya yang tinggi, bukan suplainya yang turun,” kata Lana.

Jika harga komoditas tumbuh cukup tinggi, akan membantu konsumsi rumah tangga yang saat ini melambat. Menurut dia, konsumsi rumah tangga yang melambat saat ini karena ekonomi memang sedang lesu.

Terakhir, kata Lana, pertumbuhan ekonomi dari konsumsi rumah tangga masih bisa dijaga karena pemerintah menambah jumlah penerima bantuan sosial tahun depan. Pemerintah menaikan 4 juta penerima bansos menjadi 10 juta orang yang akan menerima bantuan pemerintah itu.

“Ini yang bisa dilakukan pemerintah menaikan penerima bansos dari 6 juta menjadi 10 juta,” ucapnya. Selain itu, konsumsi rumah tangga akan bisa terjaga jika pemerintah tidak menaikan Bahan Bakar Minyak tahun depan. “Mestinya minyak mentah naik, akan diikuti BBM. Tapi, kalau bisa tidak dinaikan akan mengkonsumsi rumah tangga.” (sbc-03/tem)




Tinggalkan Balasan