Search
Minggu 19 November 2017
  • :
  • :

SPD Nilai Pencopotan Sejumlah Kader Gerindra Langgar AD/ART

Starberita – Medan, Ketua DPD Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Sumatera Utara, Gus Irawan Pasaribu, baru-baru ini mencopot sejumlah kader dari struktural kepengurusan DPC Partai Gerindra Kabupaten/Kota di Sumut, dengan alasan revitalisasi.

Hal ini sepertinya berbuntut panjang. Sebab, para kader yang dicopot itu merupakan ujung tombak Partai Gerindra saat Pileg 2014 lalu.

Sarjana Penggerak Desa (SPD) Kabupaten Labura, Nicho Silalahi, mengatakan Gus Irawan secara tegas telah menyingkirkan para pejuang partai, dimana saat Pileg dan Pilpres 2014 berlangsung, kader Gerindra yang dicopot ini siap mengakomodir dan berkontribusi secara ikhlas dalam membesarkan partai.

“Gus Irawan telah melakukan kebohongan dan melanggar AD/ART. Setahun lalu kami telah mengadukan ke DPP bersama Ketua DPC dan diterima oleh Bapak Hasyim Djojohadikusumo, Anwar Ende, Kobalen dan pengurus lainnya untuk segera melakukan mahkamah partai atas kepemimpinan Gus Irawan,” ungkap Nicho Silalahi, kepada wartawan di Medan, Selasa (7/11/2017).

Nicho menambahkan, sikap otoriter Gus dalam memimpin DPD Gerindra Sumatera Utara juga terlihat saat para kader menghadiri konsolidasi partai di Regale Convention di Jalan Adam Malik Medan Januari lalu yang turut dihadiri Hasyim Djojohadikusumo.

“Mantan Dirut Bank Sumut menggunakan massa FKPPI untuk mengusir para kader. Jadi, jelas pencopotan kader Gerindra di sejumlah daerah itu diduga kuat politik transaksional. Mirip seperti kasus Ketua DPRD Kabupaten Tobasa, Asmadi Lubis, yang dulu dipecat. Namun saat Asmadi melaporkan Gus beserta Prabowo ke Poldasu, maka pemecatan Asmadi dianulir,” terangnya.

Nicho menjelaskan, manuver politik transaksional yang diperlihatkan Gus tersebut diduga mengarah pada money politic dan kepentingan. “Sekali lagi, pencopotan para Ketua DPC menunjukkan kalau Gus Irawan Pasaribu tidak menghargai perjuangan kader yang membesarkan partai dari nol,” pungkasnya.

Sebelumnya Ketua DPD Partai Gerindra Sumatera Utara, Gus Irawan Pasaribu, dalam keterangan resminya, Minggu (5/11/2017) menyebutkan pencopotan sejumlah kader tersebut merupakan revitalisasi biasa. Sebab di banyak organisasi, instansi pemerintah maupun organisasi mahasiswa hal itu kerap terjadi.

Ke-17 DPC tersebut tidak dipecat, melainkan dipromosikan menjadi pengurus di tingkat DPD Sumut dengan berbagai pertimbangan yang sangat logis. “Alasan utamanya untuk kepentingan organisasi. Ada beberapa pengurus yang meminta dirinya diganti karena alasan keluarga dan juga kesehatan seperti di DPC Langkat, Samosir, Toba Samosir dan DPC Simalungun. Kemudian ada juga karna menjadi anggota DPRD Sumut seperti saudara Parlinsyah di mana beliau juga menjadi Wakil Ketua DPRD Sumut. Jadi, sesuai instruksi pusat tidak boleh rangkap jabatan,” terangnya. 

Berikut nama Ketua DPC Gerindra Kabupaten/Kota di Sumut yang dicopot dar jabatannya, antara lain Abednego Sembiring (Ketua DPC Karo), Khoiruddin (Ketua DPC Madina), Eddy Matondang (Ketua DPC Padangsidimpuan), John Sebayang (Ketua DPC Deli Serdang) dan Supriadi (Ketua DPC Binjai).

Kemudian, Parlemen Sinaga (Ketua DPC Dairi), Arwie Winata (Ketua DPC Labusel), Adlan Lubis (Ketua DPC Tebing Tinggi), Parlinsyah Harahap (Ketua DPC Paluta), Bangkit Silaban (Ketua DPC Taput) serta Asmadi Lubis (Ketua DPC Tobasa). (rel/sbc-02)

 




Tinggalkan Balasan