Search
Senin 18 Desember 2017
  • :
  • :

Pemerintah Mulai Susun Master Plan Geopark Kaldera Toba

Starberita – Medan, Pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata RI berupaya untuk melakukan percepatan pembangunan kawasan Danau Toba.

Salah satunya dengan membuat master plan Geopark Kaldera Toba (GKT) dan diharapkan upaya ini dapat kembali meningkatkan kunjungan wisata ke Danau Toba.

“Pembuatan master plan ini adalah untuk kepentingan bangsa dan negara kita. Apalagi kita ketahui Danau Toba telah ditetapkan sebagai salah satu kawasan pariwisata nasional dan Presiden telah menargetkan kunjungan wisatawan sebanyak 20 juta wisman. Makanya kalau Danau Toba dapat masuk dalam UNESCO Global Geopark (UGG), maka tidak menutup kemungkinan Danau Toba dapat terpromosikan secara luas,” ujar Asisten Deputi Pengembangan Infrastruktur dan Ekosistem Pariwisata yang diwakili oleh Kabid Amenitas Pariwisata, Bambang Cahyo Murdoko dalam FGD Penyusunan Master Plan GKT yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata RI, di hotel Polonia Medan, Jumat (13/10/2017).

Turut hadir dalam kesempatan itu, Wagubsu Nurhajizah Marpaung, Ketua Badan Pengelola GKT, Alimin Ginting, Tenaga Ahli Penyusunan Master Plan GKT, Nurlisa Ginting dan Wayan K. Lebih lanjut dikatakan Bambang, dengan masuknya GKT dalam UGG, maka diyakini wisatawan akan dapat datang kembali ke Danau Toba.

“Kita berharap Danau Toba dapat menjadi destinasi wisata nasional yang semakin dilirik wisatawan sehingga bisa kembali meningkatkan kunjungan wisata,” terang Bambang.

Dalam kesempatan itu, Wagubsu, Nurhajizah Marpaung yang juga Ketua Percepatan GKT mengatakan, saat ini Pemprovsu tengah berupaya untuk memenuhi 5 rekomendasi yang disyaratkan UNESCO agar GKT bisa masuk dalam UGG.

“Kalau kita lihat geopark lainnya seperti Rinjani dan Gunung Batur, di sana malah sampai ada 10 hingga 20 rekomendasi yang harus dipenuhi. Namun, setelah mendapatkan rekomendasi mereka langsung mengerjakannya.sementara kita sudah dua tahun, baru bulan Juni lalu Gubsu juga Menko Kemaritiman RI memerintahkan saya untuk mengambil alih percepatan GKT,” ujar Nurhajizah.

Untuk itulah, Nurhajizah mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pariwisata RI yang telah menggagas FGD penyusunan master plan GKT.

“Master Plan ini kita harapkan dapat membantu GKT masuk menjadi UGG, saya juga berterima kasih kepada tim tenaga ahli yang akan mendiskusikan hal ini,” terang Nurhajizah.

Nurhajizah juga mengatakan dossier (laporan) GKT untuk UNESCO sudah selesai. Tidak hanya laporan, Nurhajizah juga mengatakan Pemprovsu berupaya untuk melakukan pembangunan yang direkomendasi UNESCO, seperti pemenuhan panel informasi untuk 16 geosite, pembangunan gapura hingga pembangunan kamar mandi berstandar internasional pada masing-masing geosite.

Adapun kelima rekomendasi UNESCO yang harus dipenuhi, kata Nurhajizah, yakni aktivitas edukasi terpadu pada masing-masing geosite, panel edukasi, strategi promosi dan pemasaran tertulis, aktivitas geopark (pembenahan sarana dan prasarana di GKT) serta pengembangan strategi wisata budaya.

“Beberapa diantaranya sudah kita penuhi dan saat ini masih ada yang dalam proses seperti pembenahan sarana nanti akan dibangun 20 gapura dan 30 kamar mandi. Begitu juga untuk pembangunantaman bunga di Humbang Hasundutan dan Taput saat ini masih dalam proses clen and clear lahan,” papar Nurhajizah. (sbc-05)




Tinggalkan Balasan