Search
Jumat 20 Oktober 2017
  • :
  • :

Sering Batuk & Demam? Awas Gejala Paru-paru Basah

Starberita – Jakarta, Batuk terus menerus dan disertai demam, kadang bisa menjadi salah satu tanda atau gejala terkena paru-paru basah. Paru-paru basah merupakan sebuah kondisi yang umum terjadi di Indonesia dan tidak menular dari satu orang ke orang lainnya. Lalu apa yang dimaksud dengan kondisi paru-paru basah? Adakah penyebab dan cara mengobatinya?

Apa itu paru-paru basah?

Paru-paru basah atau di dalam dunia medis disebut efusi pleurn biasanya merupakan gejala penyakit. Maka itu, biasanya kalau Anda mengalami paru-paru basah, berarti ada penyakit tertentu yang menyebabkan gejala tersebut.

Paru-paru yang basah terjadi karena ada kelebihan cairan di pleura. Pleura adalah selaput yang melapisi dinding rongga dada. Rongga dada sendiri adalah “rumah” bagi paru-paru Anda. Maka, selaput pleura terletak di antara paru-paru dan dinding rongga dada manusia.

Kondisi paru-paru basah biasanya sangat umum terjadi, dan lebih banyak terjadi pada wanita daripada pria. Kondisi ini dapat terjadi pada pasien dengan usia berapa pun.

Berbagai gejala paru-paru basah

Ada beberapa gejala yang menyertai jika Anda mengidap paru-paru basah. Salah satunya mungkin merasa sakit pada dada. Namun, sering kali kondisi paru-paru yang terendam cairan ini tidak menyebabkan sakit atau tanda apa pun. Berikut gejala-gejala umum yang mungkin terjadi.

  • Batuk kering
  • Demam
  • Kesulitan bernapas, terutama saat berbaring
  • Nyeri dada
  • Sesak napas

Anda juga dapat mengalami gejala-gejala dari penyakit yang menyebabkan penumpukan cairan. Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikan dengan dokter Anda.

Apa saja penyakit penyebab paru-paru basah?

Kondisi paru-paru yang kena penumpukan cairan bisa disebabkan oleh iritasi atau infeksi pada paru-paru. Beberapa di antaranya bisa Anda simak berikut ini.

  • Infeksi paru-paru (pneumonia), tuberklosis, dan kanker dapat menyebabkan peradangan pada paru-paru dan pleura
  • Gagal jantung kongestif
  • Sirosis(fungsi hati yang buruk)
  • Emboli paru, yaitu penyumbatan pada arteri paru-paru
  • Penyakit ginjal yang parah dapat mempengaruhi bagaimana cairan disimpan dalam tubuh
  • Lupusdan penyakit autoimun lainnya

Bagaimana cara menangani dan mengobati paru-paru yang kelebihan cairan?

Sering kali tidak perlu ada penanganan khusus untuk penumpukan cairan pada paru-paru ini, karena cairan akan menghilang sendiri apabila penyebab sudah diatasi. Apabila penumpukan cairan menyebabkan rasa tidak nyaman, dokter akan mengeluarkan cairan dengan aspirasi cairan pleura atau drainase pleura.

Beberapa penanganan untuk paru-paru basah

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan dokter untuk mengurangi banyaknya cairan di pleura. Berikut adalah anjuran yang mungkin diberikan dokter.

  • Pleurodesis, di mana cairan khusus akan disuntikkan ke area membran, menyebabkan peradangan kecil. Hal ini membantu mencegah cairan yang menumpuk bertambah banyak. Zat kimia yang sering digunakan adalah tetracycline, sterile talc, dan bleomycin.
  • Pleurodesis paling sering digunakan pada perawatan efusi berulang yang disebabkan oleh kanker.
  • Memasang drainase permanen agar cairan dapat keluar dari rongga dada begitu cairan terbentuk.
  • Operasi untuk memasang shunt (pirau) untuk mengeluarkan cairan dari dada ke rongga perut.
  • Pleurektomi, yaitu operasi pengangkatan cairan yang berlebih. Tindakan ini kadang dilakukan pada orang dengan paru-paru basah akibat kanker dan digunakan apabila perawatan lainnya tidak berhasil. (sbc-02/hel)

 




Tinggalkan Balasan