Search
Jumat 20 Oktober 2017
  • :
  • :

Moda Transportasi Online Tak Bisa Dibendung

Starberita – Jakarta, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta pemerintah memberikan alternatif transportasi yang praktis, nyaman, dan terjangkau bagi masyarakat apabila pada akhirnya angkutan online diberhentikan operasinya. “Angkutan berbasis online itu adalah sesuatu yang tidak bisa dibendung lagi,” ujar Sekretaris YLKI Agus Suyatno di Jakarta, kemarin.

Artinya, kata Agus, ada permintaan dari konsumen saat ini kebutuhan akan angkutan online sudah sangat tinggi. Alih-alih melarang, pemerintah semestinya segera mengatur angkutan berbasis aplikasi itu. Salah satunya dengan menerbitkan standar layanan minimal angkutan.

Pernyataan Agus menanggapi pelarangan moda angkutan online beroperasi oleh Pemerintah Jawa Barat sebelum peraturan baru yang mengatur angkutan berbasis aplikasi itu diterbitkan. Larangan ini dikeluarkan sesuai dengan kesepakatan Dinas Perhubungan Jawa Barat dengan Wadah Aliansi Aspirasi Transportasi (WAAT) Jawa Barat dan telah diumumkan pada Senin lalu Bandung.

Pernyataan mengenai kesepakatan itu juga diamini Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, yang mengunggah hasil kesepakatan itu di akun Instagram-nya. “Sesuai dengan press conference pagi hari ini tanggal 9 Oktober 2017 dari Dishub Jawa Barat, bahwa sudah terjadi kesepakatan-kesepakatan, sehingga rencana mogok angkutan umum di area Bandung Raya tidak jadi dilaksanakan,” kata Kang Emil, sapaan Ridwan Kamil, pada hari yang sama.

Selain sepakat melarang operasi angkutan online, Pemda Jawa Barat menyatakan bakal segera berkonsultasi dengan pihak kepolisian dan pemerintah pusat untuk merumuskan langkah-langkah yang perlu segera diambil. Dengan adanya pernyataan itu, semua pihak yang terlibat pun sepakat tetap menjaga kondusivitas, keamanan, ketertiban, dan kenyamanan di lapangan saat memberikan pelayanan angkutan umum kepada masyarakat. WAAT pun akhirnya sepakat menangguhkan aksi demo yang akan dilaksanakan pada 10-13 Oktober 2017 sampai hasil kesepakatan terealisasi.

Lebih jauh, Agus mengatakan salah satu alasan angkutan online menjamur dan digemari adalah lantaran pemerintah belum dapat menghadirkan layanan transportasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Menurut survei YLKI, mayoritas masyarakat memilih moda angkutan online karena tarifnya yang murah dan pelayanannya yang nyaman.

Agus mengatakan sebenarnya standar pelayanan itu sudah diterbitkan untuk angkutan-angkutan konvensional. “Bagaimana beri pelayanan, kemudian tentang kenyamanan. Itu bisa diukur semuanya,” kata dia. Tapi sayangnya, praktek yang terjadi di lapangan belum memenuhi itu. (sbc-03/tem)




Tinggalkan Balasan