Search
Senin 18 Desember 2017
  • :
  • :

Tanpa Alasan Jelas, Paripurna Pengesahan P-APBD 2017 Batal

Starberita – Medan, Rapat paripurna DPRD Kota Medan dengan agenda penyampaian laporan Panitia Khusus (Pansus), Pendapat Fraksi- Fraksi serta Persetujuan Bersama Antara Pimpinan DPRD Medan dengan Kepala Daerah Kota Medan terhadap Ranperda Kota Medan tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) TA 2017, Rabu (11/10/2017) batal dilaksanakan tanpa ada alasan yang jelas.

Amatan wartawan di gedung DPRD Kota Medan tampak hadir sejumlah anggota DPRD Kota Medan, diantaranya Salman Alfarisi (F-PKS), Modesta Marpaung (F-Golkar), Ilhamsyah (F-Golkar), Bangkit Sitepu (F-Hanura), Dame Dumasari Hutagalung (F-Gerindra), Parlaungan Simangunsong (F-Demokrat), Herri Zulkarnain (F-Demokrat), Hendra DS (F-Hanura), Hamidah (F-PPP), Umi Kalsum (F-PDI Perjuangan), Abdul Rani (F-PPP), Ibnu Ubay Dillah (F-PAN) dan Beston Sinaga (F-Pernas).

Namun, tersiar kabar rapat paripurna dibatalkan, sejumlah anggota dewan secara berangsur-angsur kemudian meninggalkan gedung DPRD, sehingga tampak hanya sejumlah SKPD yang berada di ruang rapat paripurna.

Salah seorang anggota DPRD Medan, Beston Sinaga, yang sempat diminta komentar terkait pembatalan paripurna tersebut menyebutkan alasan yang diterimanya dari pihak kesekretariatan batalnya paripurna tersebut karena Ketua DPRD Medan berhalangan datang disebabkan ada keluarga beliau yang meninggal dunia.

“Infonya karena pak Ketua berhalangan datang karena ada kemalangan. Saya tahunya pun tadi pukul 12.30 WIB, ” sebutnya.

Ditanya apakah rapat tersebut dapat dilaksanakan tanpa ada Ketua DPRD, politisi PKPI itu menyebutkan sah-sah saja bilamana rapat tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua.

“Unsur pimpinan disini (DPRD, red) kan bersifat kolektif kolegial. Jadi, jika pimpinan yang satu tak bisa hadir bisa dipimpin oleh tiga pimpinan lainnya, ” sebutnya.

Senada dengan itu, Hendra DS, mengaku kecewa dengan tidak adanya pemberitahuan terkait pembatalan paripurna tersebut. “Ini menyalahi, rapat ini kan sudah diagendakan oleh Badan Musyawarah (Bamus), mana bisa seenaknya saja dibatalkan,” sebutnya.

Dia menyebutkan, kalau rapat tersebut bisa dilakukan dengan dipimpin oleh unsur pimpinan lainnya. “Kan, ada empat pimpinan. Jadi, kalau ada yang satu berhalangan, masih ada tiga pimpinan lainnya. Bukan dengan seenaknya dibatalkan, ” pungkasnya. (sbc-02)




Tinggalkan Balasan