Search
Kamis 9 April 2020
  • :
  • :

Eldin Diminta Copot Camat Medan Labuhan & Lurah Kampung Nelayan

Starberita – Medan, Anggota DPRD Sumatera Utara dari Fraksi Partai NasDem, HM Nezar Djoeli mendesak Walikota Medan HT Dzulmi Eldin S, mengevaluasi dan mencopot lurah dan camat yang tidak mendukung bahkan merusak program dan kinerja walikota yang sudah dikenal peduli terhadap rakyatnya.

Nezar merujuk pada Lurah Kampunh Nelayan Indah dan Camat Medan Labuhan, yang nyata-nyata tidak menghargai dan perduli terhadap kegiatan dan aspirasi rakyat maupun dewan.

Desakan dan kekecewaan tersebut disampaikan langsung Nezar Djoeli disela-sela kegiatan resesnya di Kelurahan Nelayan Indah, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan, Minggu (8/10/2017). Reses dirangkai dengan kegiatan pengobatan gratis dari Rumah Sakit Mitra Medika dan pembagian serta pembuatan kartu asuransi nelayan tersebut dihadiri Wakapolsek Medan Labuhan, Ponijo, Ketua DPC Partai NasDem Medan Labuhan, Syafrizal, Ketua DPC Partai NasDem Medan Belawan, Johan Arifin, Ketua Team Sahabat, Anshori, pihak BPJS dan Dinas Perikanan dan Kelautan Pemprovsu serta ratusan warga dari Medan Labuhan, Belawan dan Marelan.

“Terus terang saya sangat kecewa, khususnya Lurah Kampung Nelayan Indah, dan Camat Medan Medan Labuhan yang tidak hadir dalam reses ini. Padahal reses ini sangat jelas merupakan agenda negara yang bertujuan menampung aspirasi masyarakat demi tercapainya pembangunan dan aspirasi rakyat. Mereka lebih perduli senam daripada keluhan warganya. Selain itu, dalam reses ini saya juga mendengar keluhan warga terhadap Lurah Kampung Nelayan Indah yang sering meminta uang setiap pengurusan berkas seperti mengeluarkan resi, kalau tidak diberikan, Lurah tidak mau menandatangani. Jadi melalui forum reses ini saya meminta kepada Dzulmi Eldin agar mencopot Lurah Nelayan Indah dan Camat Medan Labuhan,” tegas Nezar Djoeli.

Sebab, imbuh Nezar, jika Walikota Medan Dzulmi Eldin tetap mempertahankan aparaturnya yang nyata – nyata tidak peduli kepada aspirasi dan kegiatan rakyat, dikhawatirkan mengganggu kinerja walikota. “Kita ingatkan Dzulmi Eldin, agar benar-benar memperhatikan bawahannya yang tidak peduli kepada rakyatnya. Karena kita khawatir bawahan atau anggota-anggota anda (walikota-red) ini mencoreng nama baik anda. Jangan sampai jargon Medan Rumah Kita yang selalu digelorakan Eldin, hanya omong kosong belaka,” ketusnya.

Nezar juga menyampaikan program Pemprovsu dibawah kepemimpinan Gubsu HT Erry Nuradi, yakni asuransi bagi nelayan. “Pemprovsu dibawah kepemimpinan bapak Gubsu Tengku Erry Nuradi telah menganggarkan dana yang cukup besar di APBD Sumut untuk asuransi nelayan. Bagi nelayan yang telah mengantongi kartu asuran, jika nantinya meninggal di laut maka akan mendapatkan dana santunan sebesar Rp200 juta, sedangkan kalau meninggal di darat sebesar Rp160 juta,”jelas Nezar Djoeli.

Untuk itu, Nezar Djoeli mengajak para nelayan di Kecamatan Medan Labuhan, Medan Deli, maupun Belawan agar memanfaatkan program Pemprovsu berupa asuransi nelayan tersebut dengan mendaftarkan dirinya ke Dinas Perikanan dan Kelautan Sumut. “Syaratnya nelayan harus punya kartu nelayan. Jika belum punya bawakan KTP nelayan dan didaftarkan sekarang dan dikeluarkan juga hari ini.Jika benar benar nelayan, dan punya kartu nelayan, maka tahun ini akan dimasukkan asuransi dengan batas usia maksimal 65 tahun di bulan November 2017,”bebernya.

Nezar Djoeli juga menyahuti pertanyaan Tokoh Masyarakat juga Ketua Badan Kenaziran Masjid (BKM), Syafruddin Hasan yang berharap Pemko Medan dan Pemprovsu agar melakukan perbaikan tanggul yang sudah pecah dihantam gelombang pasang.

“Kami warga disini namanya saja Kampung Nelayan Indah, tapi jika banjir pasang datang, kampung kampung nelayan ini tidak indah lagi. Untuk itu, kami warga Kelurahan Nelayan Indah meminta kepada bapak Nezar Djoeli untuk segera memperbaiki tanggul penahan air laut yang pecah. Karena bapak dari fraksi Nasdem yang membawa gerakan perubahan, untuk itu berikanlah kampung nelayan ini perubahan,”katanya.

Menyikapi hal itu, Nezar Djoeli berjanji berjuang maksimal agar dana pembangunan tanggul yang pecah tersebut ditampung dalam APBD Sumut melalui bantuan keuangan provinsi. “Begitu juga bantuan untuk pembangunan dan rehabilitasi masjid di Kampung Nelayan ini, akan kita agendakan untuk ditampung di APBD tahun mendatang,”kata Nezar.

Dia juga menjawab pertanyaan warga seputar sulitnya mengurus kartu BPJS. Nezar memita kepada warga yang belum memiliki kartu BPJS agar segera mengurus berkas administrasinya terlebih dahulu ke kelurahan. “Laporkan jika ada lurahnya yang mempersulit warga, seperti pengurusan kartu miskin,” tandasnya. (sbc-04)




Tinggalkan Balasan

error: