Search
Kamis 9 April 2020
  • :
  • :

Warga Teladan Barat & Pasar Merah Barat Keluhakn Lampu Jalan & Parit

Starberita – Medan, Warga Kelurahan Teladan Barat dan Pasar Merah Barat, Kecamatan Medan Kota, mengeluhkan lampu jalan yang tidak pernah hidup dan kondisi drainase yang tidak lancer sehingga menyebabkan banjir jika hujan mengguyur Kota Medan.

Salah seorang warga Khairuddin Tanjung meminta agar Pemerintah Kota Medan untuk segera memperbaiki dan mengganti lampu jalan yang sudah tidak hidup lagi di  Kelurahan Teladan Barat dan Pasar Merah Barat.

Menurut Khairuddin, dengan padamnya lampu jalanya yang sudah cukup lama tersebut, membuat gang, jalan dikawasan itu gelap, sehingga berdampak rawan terjadinya aksi kejahatan.

“Kami selaku warga disini meminta kepada bapak wakil rakyat untuk segera menyampaikan hal ini kepada Walikota Medan. Pasalnya, jika melakukan pembayaran listrik, masyarakat dikenakan pajak penerangan jalan,” katanya, saat reses Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Utara (Sumut) dari Fraksi Partai NasDem, HM Nezar Djoeli, di Jalan Armada, Medan, Rabu (4/10/2017).

Hadir dalam reses tersebut, Sekretaris Camat Medan Kota, Rudi, Pemilik Rumah Sakit Sari Mutiara, Tuaman Purba, Dirut PD Pembangunan Kota Medan, H Abdullah Amra, tokoh masyarakat Jaya Kirana, Pengurus Garda Pemuda Partai NasDem, tokoh masyarakat dan para kepala lingkungan

Selain Khairuddin, salah seorang warga lainnya Desi juga meminta kepada Nezar Djoeli agar menyampaikan keluhan masyarakat di kelurahan ini kepada Pemko Medan untuk memperhatikan kondisi parit yang tidak lancar sehingga selalu banjir jika hujan turun.

Sementara itu, Nurbaiti Lubis warga Jalan Tapian Nauli yang juga hadir pada kegiatan reses tersebut meminta kepada pemerintah untuk tidak menggusur masyarakat yang tinggal di daerah pinggiran rel akibat adanya rencana pembangunan jalur kereta api.

“Tolong pak, jangan gusur kami warga yang tinggal di daerah pinggiran rel, akibat rencana pemerintah untuk membangun jalur kereta api,” kesahnya.

Menanggapi keluhan warga, Nezar mengatakan, selama menjadi Anggota DPRD Sumut, dirinya sudah 3 kali menggelar reses di kawasan ini. Dari hasil reses tersebut, ada dampak positif yang dihasilkan seperti disediakannya Water Treatment Qualifier yang ditempatkan di Masjid Jamik dan di Jalan Asoka. Tidak hanya itu, jalan yang ada di kawasan ini juga sudah ada perbaikan yang sebelumnya rusak.

“Alhamdulillah sudah ada hasil reses yang saya berikan kepada masyarakat disini. Untuk reses kali ini, keluhan warga ini akan saya sampaikan kepada Walikota Medan agar segera direalisasikan. Apalagi soal lampu jalan, jangankan di tempat ibu-ibu tinggal, di dekat rumah saya saja lampu jalannya tidak hidup sampai sekarang. Inikan luar biasa,” ketusnya.

Sementara, lanjut Nezar, terkait dengan rencana penggusuran warga yang tinggal di daerha pinggiran rel, Nezar mengatakan, semua warganegara tidak bisa mengelak dan menolak dengan pembangunan yang sifatnya untuk kemaslahatan masyarakat banyak.

Namun, dalam pembangunan yang dilakukan, seharusnya pemerintah mengedepankan azas memanusiakan manusia, yakni harus ada ganti untung dari pemerintah kepada masyarakat yang akan dipindahkan.

“Tidak ada satupun kita yang dapat menghambat pembangunan untuk kemaslahatan masyarakat banyak. Namun pemerintah harus memberikan ganti untung kepada masyarakat yang terkena pemindahan. Untuk kita jangan mau diberikan ganti rugi, harus ganti untung. Dan sudah menjadi tugas kami untuk menyuarakan hal ini kepada pemerintah. Jika nanti masyarkat hanya diberikanj ganti rugi, saya akan didepan. Jangan sampai ada pemaksaan penggusuran atau pun hanya diberikan 200 ribu saja,” pungkasnya. (sbc-04)




Tinggalkan Balasan

error: