Search
Selasa 14 Juli 2020
  • :
  • :

Tahun Baru Islam 1439 H, Walikota & Ribuan Jemaah Doa & Dzikir Bersama

Starberita – Medan, Walikota Medan, Dzulmi Eldin, bersama ribuan jemaah menghadiri  Doa dan Dzikir Bersama dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1439 H di Lapangan Benteng Medan, Kamis (21/9/2017).  Dengan penuh khusuk, semua mengikuti Dzikir dan Doa Bersama yang dipandu KH Buya Amiruddin MS.

Disamping itu tidak sedikit jemaah yang menitikkan air matanya saat dzikir berlangsung, terutama lagi ketika Al Ustadz Syekh Ali Jaber menutup tausiahnya dengan doa.  Dengan suara terbata-bata, ulama berdarah Arab ini sambil menangis meminta ulama dan umarah di Indonesia bersatu, termasuk Kota Medan.

Kemudian minta kepada Allah SWT  agar seluruh jemaah yang hadir usai mengikuti Doa dan Dzikir Bersama ini diampuni dosanya dan selalu diberi kemudahan dalam hidup serta selamat dunia dan akhirat bersama anak cucu.  Lalu mendoakan agar Kota Medan selalu dilindungi  dan dijauhkan dari segala macam bentuk bencana, menjadi kota yang aman, nyaman dan  makmur serta  kota yang mencintai Al Qur’an.

Dalam tausiahnya yang turut dihadiri Gubsu, T Erry Nuradi,  Wakil Walikota Medan, Akhyar Nasution, Kapolrestabes Medan Kombes Sandi Nugroho, Dandim 0201/BS Kol Inf Bambang Herqutanto, Sekda Kota Medan Syaiful Bahri Lubis, pimpinan SKPD di lingkungan Pemko Medan, camat, lurah kepling, alim ulama, tokoh masyarakat serta ibu-ibu pengajian, Syekh Ali Jaber lebih dahulu mengupas sejarah Tahun Baru Islam.

Dikatakannya, Tahun Baru Islam merupakan peristiwa hijrahnya Nabi Besar Muhammad SAW dari Kota Mekah ke Madinah. Hijrah ini dilakukan Nabi Muhammad atas izin Allah setelah tidak ada lagi umat di Kota Mekah yang menerima dakwahnya. Disamping itu selama 13 tahun Nabi Muhammad dihina, difitnah, diancam, diusir serta keselamatannya pun terancam di Kota Mekah.

Menurut Ali Jaber, pertama kali yang dilakukan Nabi Muhammad dalam hijrahnya ke Kota Madinah yakitu mempersatukan  kamum Muhajirin dengan Anshor. Sebab, umat Islam tidak akan kuat pernah jika terpecah-pecah. Artinya,  boleh ada perbedaan dalam pandangan maupun sikap namun tetap bersatu dalam Islam.

Selanjutnya Ali Jabber menjelaskan, Tahun Baru Islam harus dimaknai dengan hijrah yang berarti perpindahan atau perubahan.  Pindah yang dimaksud bukan semata tempat melainkan  pindah atau perubahan untuk menjadi lebih baik lagi. Dia menganalogikan Kota Medan yang kini terus melakukan pembangunan sehingga kini lebih maju dan sejahtera dibandingkan sebelumnya termasuk dengan hijrah.

“Jadi, inti hijrah itu merupakan perpindahan ataupun perubahan dari yang sebelumnya kurang baik menjadi lebih baik lagi. Jadi mari kita jadikan Tahun baru Islam ini momen untuk melakukan hijrah dalam semua lini untuk menjadi lebih baik,” kata Ali Jaber.

Menyikapi tantangan yang dihadapu ke depan cukup berat, Ali jaber mengajak seluruh umat Islama untuk bersatu. Kemudian mengajak untuk terus mendoakan para ulama untuk terus teguh dan istiqomah dalam menyampaikan syiar Islama sesuai dengan Al Qur’an dan Hadist.

Kemudian mengingatkan agar para ulama untuk tahu dengan posisinya dan selalu menjaga kemuliannya. Serta mengajak seluruh ulama untuk bersatu dengan umarah (pemerintah) dengan selalu membahagiakan umat. “Tugas ulama itu membawa umat untuk mendapatkan ridha Allah SWT, sedangkan tugas umara membawa umat untuk mendapatkan kebahagian dan kesejahteraan. Oleh karenanya ulama dan umarah harus bersatu,” pesannya. (sbc-02)




Tinggalkan Balasan

error: