Search
Rabu 22 November 2017
  • :
  • :

Yuk, Ungkap Penyebab Katarak pada Bayi

Starberita – Jakarta, Aktris Asri Welas, baru-baru ini berbagi kisah haru tentang buah hati yang dilahirkannya 12 April 2017 lalu. Bayi yang diberi nama, Rayyan Gibran Ridharaharja, diceritakan Asri mengalami masalah kesehatan mata. Bayi yang akrab disapa Ibran ini divonis menderita katarak di usia yang masih sangat muda, lima bulan.

Untuk menyembuhkan kondisi matanya, Ibran pun harus menjalani operasi dan menggunakan kacamata +16. Kini, setelah operasi dan menggunakan kacamata plus, bayi Ibran bisa melihat. Sebagai ibu, Asri Welas sangat bahagia. Dia menceritakan kebahagiaannya itu di akun media sosialnya.

“Setelah 2 minggu operasi mata kanan, kita operasi mata kirinya oleh Prof. Rita, sebelum operasi Prof melihat kondisi mata kanannya bagian dalam dari depan, karena banyak kemungkinan yang terjadi, alhamdulilah mata mas Ibran bisa melihat dengan menggunakan kacamata +16, sehingga dilakukan operasi pengangkatan katarak di mata kirinya mas Ibran,” tulis Asri di akun Instagram miliknya.

Mengenai masalah katarak pada bayi, hal ini memang bisa terjadi. Perlu diketahui pula, katarak merupakan penyakit mata yang disebabkan karena lensa mata yang keruh, sehingga masuknya cahaya pada retina jadi terhalang. Umumnya penyakit katarak dialami oleh mereka yang sudah lanjut usia. Namun, katarak juga bisa diderita oleh bayi yang baru lahir.

Menteri Kesehatan, Prof. Dr. dr. Nila F. Moeloek, sempat mengatakan katarak pada bayi biasanya terjadi karena ibu menderita penyakit toksoplasma, sehingga menyebabkan bayi menerima cairan protozoa selama berada di dalam kandungan.

“Itu sebabnya ibu yang sedang mengandung memiliki hak asasi yang lebih besar. Ini pesan juga untuk para ayah, agar memberikan gizi yang baik kepada ibu selama kehamilan,” ujarnya.

Pengobatan katarak pada bayi sama dengan pengobatan katarak pada orang dewasa. Karena menurutnya, hingga saat ini katarak hanya bisa disembuhkan melalui operasi.

Tidak hanya pada bayi baru lahir, penyakit ini juga harus diwaspadai pada anak-anak. Sebaiknya periksakan mata anak sebelum usia enam tahun. Dengan demikian jika terjadi masalah pada mata bisa segera teratasi.

“Bayi itu kan memang umumnya ketika lahir hanya bisa melihat terang dan gelap. Karena itu penting untuk rutin melakukan pemeriksaan, minimal satu tahun sekali, agar mereka bisa melihat dengan sempurna saat usia lima tahun,” ujarnya. (sbc-02/vnc)

 




Tinggalkan Balasan