Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – BAB Tak Tiap Hari, Normal atau Tidak?
Search
Selasa 24 September 2019
  • :
  • :

BAB Tak Tiap Hari, Normal atau Tidak?

Starberita – Jakarta, Apakah normal jika tidak buang air besar atau BAB setiap hari? Spesialis Gastroenterologi dari The London Medical Clinic di Hong Kong, Dr Luk Yiu Wing, mengatakan jangan khawatir jika tidak buang air besar setiap hari. “Selama Anda sehat secara keseluruhan, tidak ada yang namanya normal atau tidak normal jika menyangkut frekuensi buang air besar,” katanya.

Menurut dia frekuensi buang air besar tidak sama pada setiap orang. Sebagian besar orang buang hajat sekali sehari di pagi hari. Namun ada pula yang buang air besar dua sampai empat kali dalam sehari. “Selama Anda tidak memiliki masalah medis yang menjadi pemicunya, maka tidak ada ketentuan waktu untuk buang air besar,” ujarnya.

Luk Yiu Wing menambahkan buang air besar dua kali sehari bukan berarti sistem pencernaan Anda lebih sehat daripada orang yang buang hajat dua kali seminggu. Yang penting diperhatikan, kata dia, adalah perubahan kebiasaan buang air besar dan katakter kotoran yang dibuang.

Selain itu, menurut Luk Yiu Wing, beberapa gejala gangguan pencernaan yang mesti diwaspadai adalah kebiasaan buang air besar pada orang berusia lebih dari 50 tahun. “Jika terjadi perubahan kebiasaan buang hajat selama beberapa minggu pada orang berusia dia atas 50 tahun, waspadai kemungkinan kanker usus besar,” ujarnya.

Jika sebelumnya Anda buang air besar secara teratur, namun sekarang menderita sembelit atau susah buang air besar, Luk Yiu Wing menyarankan segera konsultasi ke dokter. Gejala sembelit antara lain perut tidak nyaman, tinja keras, dubur terasa sakit saat buang hajat, atau sampai terjadi perdarahan di anus.

Supaya sistem pencernaan sehat, Luk Yiu Wing menyarankan untuk meningkatkan asupan serat pada makanan. Asupan serat bisa diperoleh dari sayur, buah, biji-bijian, dan kacang-kacangan. Sering berolahraga juga membantu merangsang metabolisme, banyak minum, dan temukan cara mengelola stres. Sebab, dia mengatakan, stres juga mempengaruhi risiko konstipasi. (sbc-02/tem)

 




Tinggalkan Balasan

error: