Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – LBH Medan: Majelis Hakim Sebaiknya Beri Vonis Hukuman Tanpa Intervensi
Search
Minggu 26 Januari 2020
  • :
  • :

LBH Medan: Majelis Hakim Sebaiknya Beri Vonis Hukuman Tanpa Intervensi

Starberita – Medan, Prajurit TNI AU penganiaya jurnalis, akan menjalani sidang putusan pada Selasa (6/9/2017) di Pengadilan Militer I-02, Jalan Ngumban Surbakti Medan, Sumatra Utara.

Oleh karenanya, Tim Advokasi Pers Sumut meminta kepada Majelis Hakim dapat menjatuhi hukuman kepada tersangka tanpa ada intervensi dari manapun.Tersangka yang akan menjalani sidang putusan bernama Romel P Sihombing dengan korban Array A. Argus Jurnalis dari Tribun Medan.

Putusan terjadi, setelah kasus yang dialaminya sudah berjalan setahun, saat melakukan peliputan kerusuhan di Kelurahan Sari Rejo Kecamatan Medan Polonia pada Agustus 2016 lalu. Tim Advokasi Pers Sumut dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan, Aidil Aditya mengaku kecewa melihat proses persidangan yang sudah berjalan.

Menurutnya, seolah telah dikondisikan sedemikian rupa oleh institusi TNI AU. Hal itu dapat dilihat mulai dari proses penyidikan di Polisi Militer Angkatan Udara (POM AU) Lanud Soewondo yang memakan waktu seharian hanya untuk pemeriksaan korban.

“Walaupun begitu, kami tetap mengapresiasi POM AU karena laporan yang kami lakukan dapat ditindaklanjuti,” terang Aidil di Medan, Minggu (3/9/2017).

Aidil pun berharap bahwa dengan adanya kasus ini, maka dapat menimbulkan efek jera, dan tidak mengulang kasus yang sama. “Semoga nantinya majelis hakim dapat melihat secara bijak dan jernih bahwa hari ini kekerasan terhadap wartawan terus berulang, sehingga perlu kiranya agar putusan nantinya juga dapat menimbulkan efek jera bagi terdakwa,” sebutnya seraya mengatakan bahwa pihaknya akan tetap memantau proses sidang berikutnya dan berharap proses sidang jauh dari intervensi oknum tertentu.

Adapun sidang perdana penganiayaan jurnalis yang dialami Array A Argus pertama kali digelar pada 19 Juni 2017 lalu. Dan selama proses persidangan yang telah berlangsung hingga 18 Agustus 2017, terungkap bahwa anggota Paskhas TNI AU Lanud Soewondo Medan, Prajurit Satu (Pratu) Rommel P Sihombing mengakui dirinya telah menganiaya jurnalis Tribun Medan, Array A Argus saat terjadinya kerusuhan antara masyarakat dengan sejumlah prajurit TNI AU di Kelurahan Sari Rejo, Polonia pada 15 Agustus 2016 silam.

Dalam sidang lanjutan dengan agenda keterangan saksi di ruang utama Pengadilan Militer I Medan, Rommel yang mengenakan seragam dinas harian tak menyanggah keterangan yang disampaikan oleh saksi Teddy Akbari, Jurnalis dari Sumut Pos yang saat kejadian turut melihat langsung aksi penganiayaan yang dilakukan Rommel.

Dalam keterangannya, Teddy mengatakan bahwa Rommel tiga kali menghajar Array dengan menggunakan pentungan dan kursi plastik. Penganiayaan Array, kata Teddy, terjadi saat mereka berdiri di rumah salah satu warga tak jauh dari persimpangan Jl Teratai, Medan Polonia.

Untuk diketahui, beberapa jurnalis yang memberikan kuasa hukum kepada Tim Advokasi Pers Sumut dan sudah melakukan pelaporan ke POM AU yaitu Array Argus (Harian Tribun Medan), Teddy Akbari (Harian Sumut Pos), Fajar Siddik (Medanbagus.com), dan Prayugo Utomo (Menaranews.com), dan Del (Matatelinga.com) yang merupakan satu-satunya korban wanita yang mendapat pelecehan. Perkara yang dilaporkan Tim Advokasi Pers Sumatera Utara, yakni pelanggaran Pasal 351 jo Pasal 281 KUHP Jo Pasal 170 KUHP Jo. Pasal 18 ayat 1 UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers. (sbc-05)




Tinggalkan Balasan

error: