Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Pemprovsu Antisipasi Kebutuhan Ternak Idul Adha
Search
Sabtu 7 Desember 2019
  • :
  • :

Pemprovsu Antisipasi Kebutuhan Ternak Idul Adha

Starberita – Medan, Untuk mengantisipasi kebutuhan ternak dan memastikan tersedianya pasokan hewan qurban 2017, Pemprovsu telah melakukan koordinasi dengan dinas yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan dikabupaten yang merupakan daerah sentra produsen ternak seperti Deliserdang, Serdang Bedagai, Langkat, Asahan, Batu Bara, Labuhan Batu, Labuhan Batu Utara, dan Labuhan Batu Selatan.

Sebagaimana hal itu disampaikan Kadis Ketahanan Pangan dan Peternakan Provsu, Dahler di Pressroom kantor Gubsu, kemarin. Lebih jauh dikatakannya, untuk penyembelihan hewan kurban dikatakan Dahler, untuk tahun 2016 lalu penyembelihan sapi sebanyak 30.055 ekor, kerbau sebanyak 795 ekor, kambing 11.907 ekor dan domba 5138 ekor.

“Berdasarkan data dari tahun sebelumnya, penyembelihan hewan kurban di Sumut akan meningkat sekitar 10 persen setiap tahunnya,” kata Dahler.

Oleh karena itu, untuk perkiraan jumlah hewan kurban tahun 2017, kata Dahler untuk sapi sebanyak 33 ribu ekor, kerbau 870 ekor, kambing 13.200 ekor dan domba sebanyak 5.800 ekor. Tak hanya itu, lanjut Dahler, pihaknya juga melakukan seleksi dan pemenuhan syarat hewan kurban seperti sehat berdasarkan pemeriksaan ante-mortem yaitu bulu bersih dan tidak kusam, lincah, nafsu makan baik, suhu tubuh normal, lubang kumiah (mulut, mata, hidung, telinga dan anus) bersih dan normal.

Selain itu hewan kurban yang sehat tidak boleh cacat, misalnya pincang, buta, kerusakan telinga dan lainnya. Hewan kurban, kata Dahler, juga harus cukup umur, maksudnya untuk sapi/ Kerbau: berumur diatas 2 tahun ditandai dengan tumbuhnya sepasang gigi tetap. Sementara untuk kambing/domba: berumur diatas 1 tahun ditandai dengan tumbuhnya sepasang gigi tetap.

“Hewan juga tidak boleh kurus dan harus jantan, tidak dikebiri dan testis atau buah zakar masih lengkap yakni dua buah dan bentuk serta letaknya harus simetris,” papar Dahler.

Dengan jumlah populasi hewan yang cukup besar serta memperhatikan syarat hewan qurban, kebutuhan ternak untuk hewan qurban di Sumut, dikatakan Dahler dapat dipenuhi dari ketersedian ternak lokal Sumatera Utara.

Begitu pun, terangnya, secara umum harga hewan kurban menjelang hari raya Idul Adha memang mengalami kenaikan jika dibandingkan biasanya, namun tidak signifikan. Diperkirakan untuk daging sapi di kisasaran harga Rp.110 ribu hingga Rp.120 ribu per kilogram. Kenaikan itu menurutnya wajar, karena permintaan ternak yang meningkat serentak hampir di seluruh daerah.

“Selain itu ada biaya transportasi dan pemeliraan di tempat penjualan ternak kurban. Namun, selama ini pembeli tidak terlalu mempermasalahkan harga selama kriteria hewan kurban sesuai syariah Islam sudah terpenuhi,” katanya.

Oleh karenanya, Pemprovsu memberikan jaminan keamanan daging kurban bagi masyarakat yang membutuhkan. Hal ini dilakukan dengan mengirimkan surat imbauan kepada Bupati/Walikota se-Sumut perihal pengawasan penyembelihan hewan kurban. Melaksanakan pelatihan juru sembelih hewan kurban melalui Badan Kenaziran Masjid (BKM) secara berkelanjutan.

“Untuk tahun ini dilatih sebanyak 150 orang,” kata Dahler.

Selain itu, pihaknya juga membagikan leaflet dan brosur tentang mutu dan keamanan hewan kurban untuk dibagikan kepada panitia kurban di setiap daerah melalui pemerintah kabupaten/kota. Bekerjasama dengan MUI untuk melaksanakan pelatihan mengenai penanganan daging kurban yang hygenis serta sesuai dengan syariat.

“Selain itu, juga melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban dan memberi label huruf ‘S’ pada hewan kurban di tempat penyediaan hewan kurban. (sbc-05)




Tinggalkan Balasan

error: