Search
Kamis 9 April 2020
  • :
  • :

Sampah & Banjir Jadi Keluhan Utama Masyarakat Medan Baru

Starberita – Medan, Persoalan sampah dan banjir masih menjadi keluhan utama masyarakat Kecamatan Medan Baru hingga kini. Padahal, sudah berulang kali warga melaporkannya kepada perangkat pemerintah setempat, namun belum ada perubahan.

“Malah setiap hari jumlah sampah bertambah banyak, sehingga menimbulkan tumpukan dimana-mana yang akhirnya menyebabkan banjir,” ungkap Kepling VII, Kelurahan Padang Bulan, Safii Lubis, kepada anggota DPRD Kota Medan, H Adlin Umar Yusri Tambunan ST MSP, ketika menggelar Reses II tahun 2017 di Jalan Rebab No. 34 Medan Baru, baru-baru ini.

Safii menyampaikan, kondisi bak atau tong sampah pinggir jalan milik Pemko Medan sudah melebihi kapasitas dan tumpukan sampah sampai keluar menghalangi pengguna jalan. “Tak pelak, sering menyebabkan pengendara sepeda motor disenggol pengendara lainnya ketika hendak menghindari tumpukan sampah berserakan,” katanya.

Safii berharap, masalah sampah yang over kapastias dari tong penampungan sampah segera diangkut oleh petugas kebersihan, karena keterbatasan tempat pembuangan sampah.

Sementara, Lita Br.Tarigan, Kepling III, Kelurahan Petisah Hulu bermohon agar meneruskan permohonan tentang pengadaan gerobak sampah. “Sudah lama kami usulkan, namun sampai saat ini belum terealisasi. Kondisi fisik gerobak sampah yang dipergunakan di Kelurahan kami sudah tidak layak lagi. Kami mohon agar segera diperbaiki atau diganti dengan gerobak sampah yang baru,” pintanya.

Menjawab keluhan itu, Adlin Tambunan, mengatakan untuk permasalahan gerobak sampah, Fraksi Golkar sudah menyampaikan langsung kepada Dinas Pertamanan dan Kebersihan Medan. “Memang, permasalahan sampah sudah menjadi hal yang menakutkan bagi kita, karena dampak negatif yang ditimbulkannya, seperti  berbagai penyakit. Masalah gerobak sampah akan tetap kami perjuangkan agar segera direalisasikan,” ungkap Adlin.

Adlin juga menghimbau kepada warga masyarakat Kota Medan, khususnya yang tinggal di Kecamatan Medan Baru agar membudayakan diri untuk tidak membuang sampah sembarangan.  Dia juga meminta kepada seluruh kepala Lingkungan yang ada di Kecamatan Medan Baru untuk selalu melakukan sosialisasi kepada warganya untuk tidak membuang sampah sembarangan. “Buat apa parit dan sungai dikorek, jika warga belum sadar dan tetap membuang sampah disana, sama saja tetap menimbulkan sumbat dan banjir,” terangnya.

Adlin menambahkan tahun 2017, Pemko Medan berkonsentrasi pada pembangunan yang meliputi bidang Infrastruktur. Namun meskipun aspirasi warga tidak sertamerta terus ditanggapi dan ditindaklanjuti, mengingat ada sebanyak 150 Kelurahan dan 21 Kecamatan di Kota Medan, membuat Pemerintah Kota Medan memperioritaskan daerah yang paling  dominan untuk dilakukan perbaikan.

“Meskipun sudah berulang kali aspirasi bapak dan Ibu sekalian disampaikan, namun belum terealisasi, ini bukanlah keinginan saya, saya sadar  keluhan yang terungkap dalam reses ini pastilah sangat penting, usulan tersebut pasti saya bawa untuk diparipurnakan, namun kembali lagi, Pemko Medanlah yang menilai sesuai kebutuhannya, namun aspirasi dan keluhan warga tersebut bukan berarti tidak ditindak lanjuti, intinya namun kita harus bersabar untuk menunggu,” bilangnya. (sbc-02)

 




Tinggalkan Balasan

error: