Search
Sabtu 21 Oktober 2017
  • :
  • :

Tips 4H4L Untuk Jaga Baterai Laptop Tetap Awet

Starberita – Sebagai pengguna laptop, kamu tentu tahu bahwa selain merawat dan menjaga laptop di bagian luar, kamu perlu menjaga laptop di bagian dalam. Salah satu bagian dalam yang sangat berisiko bila tidak dirawat dan dijaga dengan benar adalah baterai.

Baterai merupakan “nyawa” bagi laptop. Tanpa adanya baterai, arus listrik tidak akan teralirkan ke laptop sehingga laptop tidak bisa menyala.

Sama seperti manusia, baterai juga memiliki umur. Kabar buruknya, menurut PCWorld, umur baterai rata-rata pengguna laptop hanya bertahan kisaran 1–2 tahun. Di atas itu, kondisi baterai sudah mulai menurun.

Kendati demikian, ada juga baterai yang bisa bertahan normal hingga 5 tahun. Seperti ditebak, penggunanya adalah orang-orang yang aktif dan disiplin dalam menerapkan cara merawat baterai laptop yang tepat.

Kamu mau jadi yang mana? Pengguna laptop dengan umur baterai satu atau dua tahun, atau yang umurnya tahan lama hingga lima tahun? Jika jawabannya yang kedua, kamu perlu membentuk sebuah kebiasaan merawat dan menjaga baterai laptop. Jangan khawatir, sama sekali tidak sulit.

Tips ini terdiri dari empat hal yang harus dihindari dan empat hal yang dilakukan atau disingkat 4H dan 4L. Kita mulai dari 4H terlebih dahulu.

Hindari!
1. Main Laptop Sambil Mengisi Ulang
Banyak orang yang bermain laptop sembari diisi ulang atau di-charge. Biasanya karena tidak mau repot harus isi ulang ketika baterai laptop habis.

Alih-alih, sebaiknya hindari kebiasaan tersebut karena dapat memperpendek umur si baterai. Bukan hanya itu, charging baterai sambil digunakan juga dapat meningkatkan temperatur sehingga laptop mudah panas dan rusak.

Isi ulanglah ketika laptop dalam keadaan mati karena dapat mempercepat pengisian, suhu stabil, dan mencegah penurunan kualitas baterai.

2. Mengisi Ulang Saat Baterai Belum Habis
Ada juga pengguna laptop yang sering melakukan isi ulang ketika baterainya masih tersisa 50%, 60%, bahkan 90%. Hal ini bukanlah sebuah kebiasaan yang baik.

Untuk diketahui, penurunan kualitas baterai berbanding lurus dengan banyaknya intensitas pengisian ulang. Saat ini, jenis baterai yang digunakan laptop pada umumnya adalah Lithium ion (li-on) yang mana hanya bisa mempertahankan kualitas untuk 400 sampai 600 kali pengisian ulang. Ketika sudah melewati rentang angka tersebut, maka akan terjadi penurunan kualitas baterai.

Baterai yang diisi dari 90% ke 100% dan dari 1% ke 100% dianggap sama yaitu sebagai satu pengisian ulang. Oleh karena itu, mengisi ulang ketika baterai laptop hampir habis jauh lebih baik daripada masih setengah atau seperempat karena bisa mengurangi intensitas pengisian ulang baterai.

3. Mendudukkan Laptop di Atas Bahan Halus
Laptop memiliki sirkulasi udara pada bagian bawahnya. Setiap kali laptop beroperasi, ia akan mengeluarkan udara panas yang datang dari prosesor. Sementara itu, alas-alas seperti kasur, sofa, atau karpet memiliki kemampuan menyerap panas. Bisa dibayangkan, suhu panas akan bersarang ketika laptop ditaruh di atas alas-alas berbahan lembut tersebut.

Mulai sekarang, perbaiki alas duduk laptop kamu. Alas-alas duduk yang bagus adalah yang memiliki kemampuan membuang panas, bukan menyerap panas. Ciri utamanya, alas ini berbahan kasar dan kuat seperti kayu, keramik, dan sebagainya.

4. CTT
Kebiasaan buruk selanjutnya adalah tertidur dengan laptop yang di-charge atau CTT (charging tinggal tidur). Hal ini tidak baik karena membiarkan arus listrik terus mengalir yang dapat menyebabkan over-charge. Sebagai informasi, laptop yang diisi ulang terus-menerus bisa mengakibatkan baterai bocor karena kelebihan muatan.

Oleh sebab itu, setop pengisian ketika baterai sudah terisi penuh. Hindari tidur sementara laptop dibiarkan dalam keadaan charging.

Lakukan!
5. Hapus Aplikasi-Aplikasi yang Tidak Penting
Langkah lakukan yang pertama adalah menghapus program-program yang tidak penting atau tidak digunakan dari laptop kamu. Hal ini untuk meringankan kinerja komputer karena program-program tersebut bisa saja berjalan di system tray. Program yang berjalan di system tray akan membuat daya baterai cepat habis dan ini tidak bagus untuk kelangsungan hidup si baterai.

Untuk menghapus program-program seperti ini, langkah awalnya adalah menuju Control Panel di laptop kamu. Kemudian, pilih Uninstal a program.

Kamu akan menemukan deretan program yang terinstal di laptop kamu. Hapus semua program yang tidak terpakai dengan dobel klik pada program yang dimaksud. Sebagai contoh, penulis menghapus Mozilla Firefox karena lebih sering menggunakan Google Chrome.

6. Jaga Laptop dari Sinar Matahari
Bepergian ke luar dengan meneteng laptop adalah hal yang boleh-boleh saja. Akan tetapi, jangan lupa untuk menyelimuti laptop dengan tas sehingga laptop terlindungi dari sinar matahari. Teriknya matahari di siang hari bisa membuat laptop overheat yang mengakibatkan kerusakan dan penurunan kinerja komponen laptop, termasuk baterai.

Biasanya, tas sudah sepaket ketika kamu membeli laptop. Tentu, karena pemberian dari provider, tas ini sudah disesuaikan dengan kebutuhan laptop kamu. Gunakan tas ini ketika tengah bepergian.

Sebaliknya, jika hilang atau tidak punya, kamu bisa membelinya di toko aksesori komputer atau toko-toko online terpercaya.

Kemudian, jangan mengoperasikan laptop di luar ketika cuaca sedang terik. Bawa laptop ke dalam ruangan yang adem sehingga suhu laptop bisa tetap stabil. Nyalakan AC (air conditioner) jika perlu.

7. Cek Temperatur Laptop Secara Berkala
Ketika dibawa pengoperasian yang berat-berat seperti bermain game atau menonton video, kamu kadang tidak sadar bahwa sebenarnya laptop sedang bekerja keras untuk menyuplai kebutuhanmu. Hal terburuknya, ini bisa memicu overheat yang tidak bagus untuk si baterai.

Oleh karena itu, jadwalkan pengecekan secara rutin terhadap suhu laptop kamu. Untuk tujuan tersebut, beberapa perangkat yang layak dicoba:

Saat mengecek, pastikan suhu laptop tidak melebihi 60 derajat. Apabila hal itu terjadi, segera matikan laptop dan istirahatkan selama beberapa menit atau jam. Jika keadaan terus berlanjut, cobalah berkonsultasi ke tukang servis terdekat untuk ditangani secara profesional.

8. Gunakan “Battery Saver”
Battery saver adalah salah satu fitur yang tersedia di Windows 10. Mode hemat baterai ini mencoba menerapkan segala hal untuk memperhemat pemakaian baterai sehingga jam hidup baterai bisa lebih lama. Di antaranya seperti menghilangkan proses sejumlah program, efek shadow, notifikasi Windows; dan meredupkan layar.

Untuk beralih ke mode battery saver, arahkan kursor ke taskbar, klik ikon baterai, dan pilih Battery saver.

Seperti yang kamu lihat, setelah beralih mode, estimasi waktu hidup baterai laptop penulis meningkat yang sebelumnya 1 jam 4 menit menjadi 1 jam 10 menit.

Baterai merupakan salah satu komponen terpenting di dalam laptop. Tanpa adanya baterai, laptop tidak bisa menyimpan arus listrik. Oleh sebab itu, terapkanlah rumus 4H4L di atas sehingga baterai bisa lebih awet dan tidak mudah rusak. Selamat mencoba! (sbc-03/kom)




Tinggalkan Balasan