Search
Senin 18 Desember 2017
  • :
  • :

Lawan Kolesterol di Hari Raya dengan Minyak Zaitun

Starberita – Jakarta, Lebaran telah tiba. Lapar dan dahaga selama bulan Ramadhan plus perjuangan ‘hidup mati’ saat mudik ke kampung halaman seakan terbayar sudah. Kebahagiaan begitu terasa saat bersama sanak saudara dan karib kerabat yang berkumpul dari berbagai daerah. Ditambah dengan hadirnya berbagai sajian lezat di meja makan yang tentunya begitu memanjakan perut membuat lupa akan kenangan pahit saat berjam-jam lamanya terjebak macet di perjalanan mudik.

Indonesia memang sangat kaya akan budaya dan tradisi termasuk saat Idul Fitri. Banyak sekali hidangan khas dari berbagai belahan wilayah di nusantara ini yang setia menemani saat berhari raya. Yang paling populer di pulau Jawa sebut saja, ketupat dan lontong yang dipadu santan kental dari opor ayam maupun sambal goreng.

Keduanya memang sangat lezat dan membuat orang lupa diri. Maksudnya, membuat orang lupa bahwa keduanya memiliki kandungan lemak tinggi dan membuat kolesterol melonjak tajam. Jika kadar LDL (low density lipoprotein) alias kolesterol jahat tinggi, maka akan menyebabkan penumpukan dan penyumbatan pada pembuluh darah. Dan jika pembuluh darah tersumbat, maka penyakit jantung koroner dan stroke tinggal menunggu waktu.

Sebenarnya ada tips sehat yang dapat kita lakukan untuk mencegah melonjaknya kolesterol, yaitu dengan mengkonsumsi minyak zaitun. Kebiasaan mengkonsumsi minyak zaitun akan membuat Anda merasa tenang dan nyaman saat menghadapi hidangan lezat berlemak dan tinggi kolesterol. Dengan rutin mengkonsumsi minyak zaitun, kadar LDL dapat diturunkan sekaligus meningkatkan kadar HDL (high density lipoprotein) alias kolesterol baik. Kandungan polifenol dalam minyak zaitun juga diyakini sangat baik untuk kesehatan jantung.

Sebuah studi telah dilakukan oleh Eurolive Study Group, dengan melibatkan 200 pria sehat pada kisaran usia 20 – 60 tahun. Para peneliti kemudian membandingkan konsumsi minyak zaitun murni – tinggi kandungan polifenol, minyak zaitun hasil sulingan (polifenol-nya rendah), dan kombinasi antara keduanya dengan kadar polifenol sedang. Setiap responden meminum 1 sendok makan salah satu jenis minyak zaitun itu setiap hari selama 3 minggu.

Di awal dan akhir riset, dilakukan tes darah pada responden untuk mengukur kadar kolesterol mereka. Hasilnya, konsumsi minyak zaitun murni telah meningkatkan jumlah HDL (kolesterol baik) yang dibarengi dengan kemampuan mengurangi resiko pembekuan darah penyebab penyakit jantung. Riset ini menunjukkan bahwa polifenol yang terkandung dalam minyak zaitun sangat baik untuk kesehatan jantung.

Konsumsi minyak zaitun murni juga berpengaruh pada meningkatkan elastisitas pembuluh darah. Dalam jangka panjang, elastisitas dinding arteri membuat resiko penyumbatan pada pembuluh darah berkurang. Ujung-ujungnya, resiko serangan jantung dan stroke – dua penyebab utama kematian karena penyumbatan pembuluh darah – dapat diminimalisir.

Minyak zaitun selain meningkatkan kadar HDL, juga mampu menurunkan kadar LDL. Menurut Prof. Elin Yulinah S, dari Sekolah Farmasi ITB, turunnya nilai LDL tersebut disebabkan oleh peranan omega 3 pada minyak zaitun. Selain itu, minyak zaitun juga mengandung fitosterol yang mampu mengusir kolesterol jahat dari tubuh.

Omega 3, lanjut Prof. Elin, juga mampu mencegah terjadinya oksidasi LDL agar tidak mengendap dan menyumbat pembuluh darah. Penyempitan pembuluh darah atau arteriosklerosis akan menjadi awal terjadi berbagai penyakit kardiovaskuler seperti jantung koroner, darah tinggi dan stroke.

Ternyata, hanya dengan rutin mengkonsumsi minyak zaitun besar sekali manfaat yang kita dapatkan. Jadi mulai sekarang, biasakanlah rutin mengkonsumsi minyak zaitun, sehingga saat lebaran tiba, kita bisa dengan tenang menyantap hidangan yang ada, tentu saja tanpa disertai sikap berlebihan. So, lebaran makan opor ayam? Siapa takut? (sbc-02/vnc)

 




Tinggalkan Balasan