Search
Sabtu 22 Juli 2017
  • :
  • :

Ingin Kalahkan Kanker? Jangan Konsumsi Makanan Ini

Starberita – Jakarta, Setiap hari penderita kanker terus bertambah, bahkan dalam stastistik di dunia mengungkapkan, salah satu yang paling mengkhawatirkan dari tahun-tahun belakangan ini adalah, satu dari dua orang mengembangkan penyakit ini.

Itu membuat begitu banyak dari merasa rentan, dan tentu saja kita ingin tahu apa bisa dilakukan untuk melindungi diri sendiri dan keluarga. Dan kunci untuk menghindari dan mengalahkan kanker adalah dari makanan yang kita konsumsi.

Meskipun banyak orang yang mengembangkan sel kanker di tubuhnya berbeda dan bervariasi, namun yang mengkhawatirkan, sebagian akibat dari pola makan kita, di mana jumlah yang terkena penyakit ini semakin meningkat.

Kanker usus sekarang merupakan penyebab paling umum ketiga kematian akibat kanker pada wanita di Inggris, menurut amal Bowel Cancer UK. Dan ini semakin mempengaruhi orang-orang muda, dengan kenaikan 45 persen pada mereka yang berusia di bawah 50 tahun.

Kanker payudara, kanker yang paling umum terjadi pada wanita di Inggris dengan sekitar 54.000 kasus baru setiap tahun, juga terus meningkat penderitanya.

Angka terbaru dari Kantor Statistik Nasional Inggris menunjukkan, peningkatan 8 persen jumlah penderita kanker pankreas sejak 2012.

Sementara itu, Diet Mediterania–makanan pokok sehat yang sudah lama ada–baru-baru ini ditemukan oleh World Cancer Research Fund bisa mengurangi risiko kanker payudara hingga 40 persen.

Kebenaran Tentang Diet Dan Kanker

Ada berbagai macam diet anti-kanker yang diklaim memiliki ‘keajaiban’ untuk menghilangkan kanker. Tapi, mari kita lihat mitos terbesar seputar makanan dan kanker.

Mitos: Daging akan memberi Anda kanker

Fakta: Beberapa penelitian menyarankan bahwa konsumsi daging asap atau daging olahan yang tinggi, ham–dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker usus. Ternyata, risikonya jauh lebih besar jika Anda terus menerus memakan daging olahan, daripada makan steak berkualitas beberapa kali dalam seminggu. Daging akan menyediakan delapan asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh kita untuk pertumbuhan, perkembangan otak, kesehatan Tulang dan endorfin (hormon bahagia).

Secara keseluruhan, penelitian menunjukkan bahwa mengkonsumsi sekitar 50 gram daging olahan per hari (sekitar dua irisan ham atau sepotong daging asap) dapat meningkatkan risiko kanker usus sekitar 20 persen.

Batas aman untuk konsumsi daging merah sendiri adalah 500 gram dalam seminggu–bukan olahan, yang akan memberikan kita nutrisi yang penting.

Mitos: Anggur melindungi Anda

Fakta: Penelitian telah menunjukkan bahwa antioksidan dalam anggur dapat melindungi terhadap kanker dan penyakit serius lainnya–namun hanya di laboratorium, antioksidan anggur merah menawarkan manfaat nyata. Faktanya, penelitian menemukan hubungan yang meyakinkan antara minum terlalu banyak alkohol dan perkembangan kanker mulut, tenggorokan, esofagus, hati dan usus.

Alkohol juga merupakan faktor kunci dalam meningkatkan risiko kanker payudara pada wanita. Jangan mengonsumsi lebih dari dua anggur merah per hari untuk pria dan satu untuk wanita.

Mitos: Makanan olahan susu menyebabkan kanker

Fakta: Penelitian belum memberikan hasil yang jelas. Penelitian terbaru menunjukkan asupan kalsium yang lebih tinggi (ditemukan pada produk susu) dapat melindungi dari kanker usus, namun beberapa penelitian awal juga menunjukkan adanya hubungan antara asupan susu dan risiko pengembangan kanker prostat dan ovarium.

Untuk kanker payudara bukti itu saling bertentangan. Hubungan antara kanker payudara dan produk susu telah disarankan, mungkin karena lemak jenuh yang dikandungnya, atau kontaminan seperti polutan dan toksin lingkungan lainnya, namun tidak ada bukti yang jelas untuk mendukung hal ini.

Teori lain adalah bahwa, produk susu mungkin sebenarnya membantu melindungi terhadap kanker payudara karena peningkatan kalsium dalam makanan. Tapi lagi, dibutuhkan lebih banyak penelitian.

Mitos: Gula ‘memberi makan’ kanker

Fakta: Gula tidak membuat kanker tumbuh lebih cepat jika Anda sudah memilikinya. Semua sel, termasuk sel kanker, bergantung pada gula darah (glukosa) untuk energi, namun memberi lebih banyak gula ke sel kanker tidak mempercepat pertumbuhannya.

Demikian juga mengurangi gula tidak membuat sel kanker ‘kelaparan.’Kesalahpahaman ini mungkin sebagian didasarkan pada kesalahpahaman pemindaian PET (positron emission tomography), yang digunakan untuk menganalisis kanker.

Tambah persediaan tomat dan kunyit

Buah dan sayuran: Kita semua pernah mendengarnya seribu kali sebelumnya, namun belum bisa diterapkan bahwa mengonsumsi banyak makanan segar terbukti bisa mengurangi risiko kanker tertentu, termasuk mulut, tenggorokan, perut dan paru-paru. Antioksidan yang dimilikinya membantu mengurangi dampak radikal bebas, molekul yang merusak terkait dengan kanker.

Mengkonsumsi sepuluh porsi buah dan sayuran setiap hari, dikaitkan dengan penurunan risiko kanker sebesar 13 persen, menurut sebuah studi dari Imperial College London yang diterbitkan pada bulan Februari.

Pilihan yang sangat bagus adalah bit. Warna ungu yang kaya berasal dari antioksidan kuat yang disebut anthocyanin.

Termasuk tomat, semakin banyak likopen yang dikandungnya aan semakin baik–tomat merah. Antioksidan ini diperkirakan bisa membantu mengurangi penyakit kanker, termasuk prostat. Tingkat likopen semakin meningkat saat tomat dimasak, dan juga bisa menjadi lebih enak dan mudah dicerna dengan cara ini.

Kunyit: Studi terbaru menemukan, tingkat kanker yang lebih rendah di negara-negara di mana orang banyak makan kunyit dalam waktu lama–diperkirakan bahwa ramuan aktif, curcumin, dapat mengurangi perubahan sel yang meningkatkan risiko kanker, dan itu bahkan dapat membunuh sel kanker. Kurkumin larut dalam lemak, sehingga diserap tubuh lebih baik. (sbc-02/vnc)

 




Tinggalkan Balasan