Search
Kamis 27 Juli 2017
  • :
  • :

Hasyim: PDI Perjuangan Tetap Partai Wong Cilik

Starberita – Medan, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Medan, Hasyim SE, mengatakan hingga saat ini, partainya tetap komitmen dengan slogan wong cilik, karena partai ini didirikan dengan tujuan untuk menyejahterakan rakyat.

“Buka puasa ini adalah safari Ramadhan terakhir tahun ini, setelah sebelumnya kita laksanakan di Medan Helvetia dan Medan Deli. Kami berdoa, semoga masyarakat Medan khususnya di Amplas ini tetap mendoakan dan mendukung PDI Perjuangan, agar di tahun mendatang kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan,” kata Hasyim pada buka puasa bersama warga Kecamatan Medan Amplas dan memberikan santunan kepada 50 anak yatim di halaman Taman Kanak-Kanak (TK) Ikhlasiyah, Jalan Garu I, baru-baru ini.

Dihadapan sejumlah pengurus dan kader partai yang hadir, seperti Sastra, SH Mkn (Sekretaris), Boydo HK Pandjaitan (Bendahara/anggota DPRD Medan Fraksi PDI Perjuangan), Paul Mei Anton Simanjuntak, Edward Pasaribu, Syahrul Efendi Pasaribu (Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut), Ketua PAC Kecamatan Medan Amplas Kawar Sembiring dan lainnya, Hasyim, berpesan silaturahmi yang terjalin selama safari Ramadhan di tiga lokasi hendaknya tidak terputus. “Saya kira perlu jadi perhatian kita bersama, agar persatuan dan kesatuan kita tetap terjaga,” tambahnya.

Hasyim mengaku, teringat pesan moral dari Panglima Besar Jenderal Sudirman. Beliau berpesan, mau menang harus kuat, mau kuat harus bersatu, mau bersatu hidupkan budaya silaturrahmi. “Ini harus memotivasi kita untuk terus menggelorakan semangat persatuan dan kesatuan,” katanya.

Sementara itu, dalam ceramahnya, al ustadz juga menyampaikan pentingnya kebersamaan dan silaturahmi dalam berbangsa dan bernegara. Ia menceritakan sebuah kisah tentang kebersamaan dua orang manusia sampai akhir hayatnya.

“Pelajaran ini penting, untuk mengingatkan kembali kepada kita betapa pentingnya persaudaraan dan kekompakan,” terangnya.

Acara itu diawali dengan pembacaan ayat suci Alquran, dilanjutkan dengan ceramah agama oleh ustadz. Kemudian berbuka puasa bersama, sholat maghrib dan diakhiri dengan pemberian santunan kepada anak yatim piatu. (rel/sbc-02)

 

 




Tinggalkan Balasan