Search
Selasa 27 Juni 2017
  • :
  • :

Sembelit, Ini Gejala Penyebab & Cara Mengatasinya

Starberita – Jakarta, Semebelit atau konstipasi biasanya disebabkan karena kekurangan asupan serat. Konstipasi juga bisa terjadi karena kurangnya aktifitas olah raga atau efek samping sejumlah obat-obatan. Pada kesempatan kali ini kami akan membahas artikel mengenai beberapa gejala penyebab dan cara mengatasi sembelit atau konstipasi, semoga apa yang kami sampaikan ini bisa bermanfaat buat anda. Berikut Gejala penyebab dan cara mengatasi sembelit atau konstipasi

A. Tanda gejala konstipasi antara lain

* Buang air besar lebih sedikit dari tiga kali seminggu

* Tekanan pada perut yang menyiksa saat terjadinya pergerakan pada usus

* Perasaan terjadi pada penyumbatan dubur

* Sulit buang air besar

* Perasaan tidak selesei setelah buang air besar

  1. Penyebab sembelit konstipasi atau susah buang air besar

1. Pola makan yang buruk

Kekurangan serat buah-buahan dan sayur-sayuran dan sereal, serta kekurangan sereal juga bisa memicu konstipasi. Selain itu perubahan pola makan dan terlalu banyak mengkonsumsi produk susu juga dapat menyebabkan susah buang air besar. Disamping itu gangguan makan juga ikut berkontribusi terhadap terjadinya konstipasi. Orang yang memiliki berat badan yang tidak ideal seperti terlalu kurus atau gemuk juga bisa memicu konstipasi.

3. Kehamilan

Sekitar 40% wanita yang hamil mengalami konstipasi selama kehamilan, terutama pada periode awal kehamilan. Tubuh lebih banyak memproduksi hormon progesteron yang efeknya bisa mengendurkan otot sehingga menyulitkan otot usus sulit untuk berkontraksi. Sebagai akibatnya ibu hamil terkadang mengalami masalah susah buang air besar.

4. Menunda buang air besar

Sering kali anak-anak atau orang dewasa memiliki keengganan untuk pergi ke toilet untuk menunda buang air besar, entah karena alasan takut atau malas. Menunda-nunda buang air besar ketika ada desakan untuk melakukannya justru bisa beresiko mengundang konstipasi.

5. Pengaruh obat-obatan

Konsumsi obat-obatan tertentu juga bisa menimbulkan efek samping seperti susah buang air besar. Obat-obatan tersebut bisa seperti suplemen kalsium, suplemen zat besi, obat-obatan diuretik serta obat pereda nyeri yang bisa membuat orang kecanduan. seperti kodein dan morfin.

6. Memiliki kondisi kesehatan tertentu

Pada kasus yang jarang terjadi, kesulitan untuk buang air besar dapat dianggap sebagai pertanda adanya medis tertentu, seperti diabetes, sindrom iritasi usus besar, kelenjar tiroid yang kurang aktif, penyakit parkinson, penyakit peradangan usus, kanker usus besar dan lain-lain.

7. Faktor-faktor psikologis

  • Kesulitan buang air besar bisa terjadi pada mereka yang memiliki masalah pskitis, seperti cemas, depresi, setres dan trauma kekerasan.
  • Kekurangan asupan cairan sehingga membuat tinja atau BAB menjadi keras
  • Usia tua, hal ini akibat peristaltik dan konttraksi usus yang menurun karena faktor usia sehingga bisa memperlambat pergerakan feses.
  • Aktifitas fisik sedikit
  • Obat-obatan seperti obat tidur narkotika atau obat-obatan lain yang menurunkan tekanan darah penyalahgunaan obat laksatif.
  • 8. Penyebab sembelit lainnya yang berupa penyakit
  • Penyumbatan pada usus besar atau rektum kanker usus besar
  • Kanker rektum
  • Fisura ani
  • Obstruksi usus
  • Penyempitan usus besar
  • Kanker perut lainnya yang menekan pada usus besar
  • Rektokel

9. Masalah pada saraf di sekitar usus besar

  • Cedera tulang belakang
  • Neuropati otonom
  • Multiple sclerosis penyakit parkinson

10. Penyakit yang mempengaruhi hormon dalam tubuh

  • Diabetes atau kencing manis
  • Kelenjar paratiroid yang terlalu aktif ( hiperparatiroidisme )
  • Kehamilan tiroid kurang aktif (hypothyroidism )

C. Cara mengatasi sembelit konstipasi atau susah buang air besar

  • Perubahan gaya hidup yang lebih sehat selain bisa mengatasi sembelit juga bisa mencegah sembelit datang kembali, inilah hal-hal yang perlu anda lakukan untuk mencegah dan mengatasi sembelit.
  • Olah raga rutin setiap hari, kekuatan otot usus dan pergerakannya bisa meningkat dengan latihan ataupun aktifitas fisik. Olah raga sangat berperan dalam memperlancar sistem pencernaan serta membantu mengatasi sembelit.
  • Meningkatkan asupan serat pada tubuh, tubuh yang mengkonsumsi serat dengan cukup akan membuat feses menjadi lebih lunak serta licin sehingga mudah saat melalui usus. Jadi konsumsilah makanan yang banyak mengandung serat seperti buah-buahan atau sayur-sayuran, namun jangan sampai berlebihan karena bisa membuat anda menjadi kembung.
  • Jangan suka menunda buang air besar saat anda terasa ingin BAB, sebaiknya turuti saja dan jangan ditunda karena menunda-nunda buang hajat dalam waktu yang lama bisa membuat feses menjadi tertahan dan mengeras sehingga pada akhirnya akan sulit untuk dikeluarkan.
  • Modifikasi diet, memperbaiki asupan makanan yang dikonsumsi menjadi langkah penting unuk mengatasi sembelit atau susah buang air besar. Perbanyak asupan serat seperti kacang-kacangan, buah segar, sayur-sayuran, gandum dan lain-lain. Kurangi asupan makanan rendah serat seperti es krim, daging, keju, makanan kaleng dan lain-lain.
  • Tingkatkan asupan cairan seperti air putih dan jus.
  • Tingkatkan aktifitas fisik dan berolah raga secara teratur.
  • Konsumsi obat pencahar bisa dilakukan untuk membantu memperlancar BAB, namun jangan berlebihan, jika BAB sangat keras bisa diberi obat pelembut feses seperti gliserin atau minyak mineral untuk membantu melembutkan feses sehingga lebih mudah untuk dikeluarkan dan tidak perlu mengendan serta tidak menimbulkan rasa sakit saat mengeluarkannya.

D. Obat penyakit sembelit

Berikut ini beberapa obat yang bisa anda gunakan untuk mengatasi sembelit, antara lain :

  • Agen pembentuk serat, yaitu obat suplemen penambah serat pada feses, contohnya seperti pysillium, guar gum, metilselulosa, dan kalsium polycarbhopil.
  • Agen prokinotik, merupakan obat sembelit yang bisa meningkatkan pergerakan usus, misalnya seperti misoprostal, cochicine dan tegaserod.
  • Agen hiperosmolar (osmotik), merupakan obat sembelit yang bisa berfungsi membantu agar cairan pada rongga usus bisa tercukupi. Contohnya seperti magnesium sitrat, laktulosa dan susu magnesium.
  • Stimulan, obat sembelit yang berfungsi untuk meningkatkan pergerakan usus yang dikenal dengan istilah obat pencehar. Contohnya seperti bysacodyl, senna serta minyak jarak. Namun obat sembelit ini tidak cocok jika digunakan dalam jangka panjang.
  • Emolien, merupakan obat sembelit yang berfungsi untuk melunakkan tinja, namun obat ini dinilai kurang efektif jika dibandingkan dengan obat sembelit lainnya. Contohnya minyak mineral dan emolien docusate.

Obat-obatan sembelit di atas juga bisa digunakan untuk anak-anak, namun penggunaannya juga harus sesuai dengan dosis yang tepat serta tidak berlebihan. Laksatif stimulan dan enema tidak boleh digunakan untuk mengatasi sembelit pada bayi. Obat pencahar bisa berpotensi menimbulkan perut kembung, mual, dan kram. Jika sembelit terjadi pada anak-anak atau bayi sebaiknya segera dibawa ke dokter untuk mengatasinya agar mendapatkan diagnosis dan penanganan dengan tepat.

Demikianlah informasi tentang Gejala Penyebab Dan Cara Mengatasi Sembelit Atau Konstipasi. Semoga informasi diatas bermanfaat. Terimakasih. (sbc-02/vnc)

 




Tinggalkan Balasan