Search
Sabtu 23 September 2017
  • :
  • :

Buang Sampah Sembarangan Denda Rp10 Juta

Starberita – Medan, Bila seseoarang kedapatan membuang sampah sembarangan didenda Rp10 juta atau kurungan badan selama 3 bulan penjara, sementara bagi badan atau lembaga atau kantor didenda Rp50 juta atau kurungan paling lama 6 bulan.

Hal itu ditegaskan dalam Peraturan Daerah (Perda) Kota Medan No.6 tahun 2015 tentang Pengelolaan Persampahan. “Namun ada yang strategis dalam Perda ini, dimana bagi seseorang yang memberikan informasi terhadap masyarakat atau lembaga yang membuang sampah sembarangan akan diberikan intensif. Jadi, bila masyarakat melaporkannya ke Dinas Kebersihan, selanjutnya tim akan memproses hukumnya,” ungkap anggota DPRD Kota Medan, Drs HM Yusuf AG, pada sosialisasi Perda No. 6 tahun 2015 di Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan, Minggu (18/6/2017).

Dengan adanya Perda No 6 tahun 2015 tentang pengelolaan persampahan ini, lanjut politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini diharapkan nantinya dirasakan oleh masyarakat, dan masyarakat ingin melakukannya dengan baik serta mempunyai kepedulian yang tinggi tentang sampah, sehingga menjadikan Kota Medan sebuah Kota yang bersih.

Sebab Pemerintah Kota (Pemko) Medan untuk membuat Perda ini bukan mengejar target adapun, tetap menjadikan sebuah Kota yang betul betul layak dihuni orang, karena Kota ini bersih dan sehat sehingga banyak orang yang berkunjung.

“Jadi bagaimana agar kita tidak terjerat kedalam sanksi ini, maka kita sendirilah yang merubahnya. Allah SWT sendiri tidak akan merubah keadaan suatu kaum, keadaan suatu bangsa, keadaan suatu individu, jika tidak kita sendiri yang merubahnya,” sebut Yusuf.

Bagaimana kota Medan ini bisa dilihat indah dan bersih kalau sampah berserak dimana-mana.”Jadi mulai dari sekarang kita harus ciptakan budaya bersih, sebab dalam hadis juga menyebutkan kebersihan itu sebagia dari pada iman,” ungkap politisi dari Dapil V ini..

Karenanya, Yusuf, meminta kepada semua pihak termasuk musyarakat harus mendukung pelaksanaan Perda No 6 tahun 2015 tentang pengelolaan persampahan ini, sebab akan banci tidak tidak didukung. Perlu ada kesadaran bersama agar Kota Medan ini menjadi aman, indah dan tenteram.

Sementara itu Lurah Pekan Labuhan, Khairun Nasir, mengatakan sampah merupakan permasalah bersama, sebab selama ini kebanyakan masyarakat membuang sampahnya ke dalam sungai.

Namun sesungguhnya penangkutan sampah sangat minim di Kecamatan Medan Labuhan ini hanya memiliki 3 unit truk sampah yang dibagi eman kelurahan, yakni  Pekan Labuhan Kongsi dengan kelurahan Nelayan, Kelurahan Martubung kongsi dengan kelurahan Sei Mati dan Kelurahn Besar kongsi dengan Kelurahan Tangkakan, dan hanya mampu mengkut 1 trip dalam satu hari.

Inilah salah satu lemahnya kegiatan kebersihan di daerah ini sebab seyogianya 1 kelurahan 1 truk meliputi satu kelurahan. Padahal peraturan dari Dinas Kebersihan dalam satu hari dua kali pengangkutan sampah. Sedangkan untuk becak menurut Lurah hanya memiliki dua unit untuk mengatasi simpang kantor dan pajak pagi sedangkan petugas penyapu jalan hanya ada  empat orang.

Menyahuti keluhan itu, Yusuf, mengaku miris dan meminta kepada Walikota Medan untuk menyiapkan armada tersebut sebagai menyahuti perangkat Perda. (sbc-02)




Tinggalkan Balasan