Search
Minggu 20 Agustus 2017
  • :
  • :

BNN: 50% Peredaran Narkoba Napi dalam Penjara

Starberita – Jakarta, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso membenarkan bahwa 50 persen peredaran narkotika di Indonesia ternyata dikendalikan oleh narapidana yang berada di balik lapas.

“Peredaran narkoba 50 persen dikendalikan di balik lapas,” ungkap Buwas –sapaan akrabnya— di Kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Kamis 915/6/2017).

Kemudian, lanjut dia, terungkap juga mayoritas penghuni lapas sebesar 70 persen adalah mereka yang terlibat kasus narkoba. Sedangkan sisanya 30 persen berasal dari beragam kasus, seperti korupsi, tindak kriminalitas umum, dan terorisme.

Buwas melanjutkan, terkait pengendalian peredaran narkotika ini, BNN meminta sistem keamanan lapas lebih ditingkatkan, jadi ke depannya tidak ditemukan lagi masalah-masalah yang sama. Ia juga mengimbau Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) untuk segera memperbaikinya.

“Jaringan narkotika ini tahu, mereka ingin mengikuti kekuatan negara. Dengan mempelajari oknum-oknum mana yang bisa dibeli,” ungkap Buwas.

Selain itu, dalam giatnya beberapa waktu lalu, BNN juga menemukan sebuah lapas mewah yang dihuni jaringan terpidana mati Freddy Budiman. Fakta ini jadi membuktikan hal yang kontradiksi dengan keterangan yang menyatakan bahwa lapas-lapas di Indonesia mengalami kelebihan kapasitas.

“Lapas mengatakan penuh, overkapasitas. Tapi nyatanya kedapatan ruangan sendiri. Ada dapur, ruang tamu, kantor, ruang makan, bisa pelihara arwana, punya staf. Apakah negara akan dibohongi begini terus? Seolah-olah tidak terjadi,” tandas Buwas. (sbc-03/okz)




Tinggalkan Balasan