Search
Senin 18 Desember 2017
  • :
  • :

Puasa, Perlukah Konsumsi Suplemen Makanan?

Starberita – Jakarta,  Umumnya setiap orang memang memerlukan asupan suplemen makanan yang cukup untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Terlebih bagi mereka yang beraktifitas tinggi dan para pekerja berat.

Asupan suplemen makanan berfungsi menggantikan energi tubuh yang hilang akibat beraktivitas. Jika energi tersebut tidak segera diganti, maka akan kekurangan energi dan tubuhnya menjadi lemas dan kurang bersemangat. Lalu, apakah suplemen makanan perlu dikonsumsi saat berpuasa?

Kandungan gizi dalam suplemen makanan sebenarnya dapat diperoleh dari konsumsi makanan yang lengkap dan seimbang.

Namun, tak sedikit masyarakat yang memilih menggunakan suplemen makanan salah satunya dengan minuman berenergi untuk menambah energi.

Ahli gizi dari RS. MRCCC Siloam, dr Samuel Oetoro, menjelaskan konsumsi minuman berenergi bukan berarti menambah energi, mengingat energi itu diperoleh dari karbohidrat dan lemak. Karena itu untuk menghasilkan performa yang kuat dan energi yang bagus, suplai energi didapat dari melakukan latihan otot  dan olahraga secara teratur.

“Energi diperoleh dari cadangan gula yang ada di dalam darah, otot, dan hati. Jika proses metabolisme penyediaan energinya berjalan secara tepat, terlatih, dan cadangan energinya banyak, maka kondisi tersebut dapat dicapai melalui sejumlah latihan dan berolahraga,” ujarnya.

Lebih lanjut dia mengungkapkan konsumsi minuman berenergi hampir sama dengan konsumsi kopi. Karena dalam kedua jenis minuman tersebut ada kafein yang berfungsi sebagai stimulan atau merangsang, sehingga efeknya menjadi lebih waspada, dan merasa menjadi lebih kuat.

Padahal, kandungan dalam suplemen makanan seharusnya meliputi vitamin, mineral, enzim, asam amino, hormon, herbal, antioksidan dan probiotik.

Sementara itu, Sunarti Sandi selaku Komite Profesi Kesehatan RS Islam Jakarta Cempaka Putih menyarankan agar penggunaan suplemen makanan boleh diberikan dengan satu kondisi. Artinya praktisi kesehatan harus melihat kontra indikasi terhadap penggunaan suplemen makanan bagi asupan pasiennya.

“Setiap penggunaan food supplement harus disesuaikan dengan indikasi dan dosis yang tertera dalam kemasan.  Sebaiknya hal tersebut dikonsultasikan kepada dokter, bila anda diberikan terapi pengobatan, disaat anda sedang mengkonsumsi food supplement,” tandasnya. (sbc-02/auc)

 




Tinggalkan Balasan