Search
Senin 24 Juli 2017
  • :
  • :

‘Full Day Scholl’ Masih Perlu Dikaji Ulang

Starberita – Panyabungan, Aktivis pendidikan menilai Kebijakan ‘Full Day School’ sangat tidak populis dan perlu dikaji ulang. Bahkan dapat mempengaruhi kelangsungan sekolah Madrasah Diniyah.

“Menurut hemat saya, kebijakan ini akan mengganggu proses pendidikan yang selama ini telah berlangsung dengan baik di madrasah diniyah. Sebab, Madrasah Diniyah adalah laboratorium awal pengenalan pendidikan agama islam sebelum masuk ke dunia pesantren, tempat pembentukan karakter (character building) dan akhlak mulia,” ujar Sekretaris MD KAHMI Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Fauzan Helmi Rangkuti di Panyabungan, kemarin.

Menurut Fauzan, Madrasah Diniyah akan menjadi korban kebijakan pemerintah terkait rencana sekolah 5 hari dengan paling sedikit 8 jam belajar sehari. Peserta didik diduga tidak akan memiliki waktu lagi belajar di madrasah diniyah setelah pulang sekolah.

Dia mengkhawatirkan, ke depannya bisa jadi madrasah diniyah ini akan tutup dan gulung tikar. “Padahal ini bukti kehadiran partisipasi swadaya masyarakat dalam penguatan sendi-sendi keagamaan.” (sbc-05/drh)




Tinggalkan Balasan