Search
Sabtu 23 September 2017
  • :
  • :

Puasa, Ini Cara Mengatur Gizi Anak

Starberita – Jakarta, Pemenuhan gizi yang benar akan membantu anak bisa melewati puasa dengan kondisi tubuh tetap fit dan bugar. Selain karbohidrat dan protein yang membantu anak tetap berenergi, mengonsumsi makanan berserat juga sangat penting untuk buah hati. Sebab makanan ini bertahan lama dicerna.

Ahli gizi RS Husada Utama Surabaya, Eko Dwimartini, menuturkan sebenarnya tidak ada perbedaan dalam mengatur gizi seimbang untuk anak di bulan puasa dan bulan biasa.

Hanya saja yang perlu diperhatikan adalah pemenuhan kebutuhannya. Sebab, anak di siang hari tidak makan dan minum karena puasa. “Nah, tinggal bagaimana memenuhi kebutuhan gizi agar tetap terpenuhi saat anak berpuasa.” katanya.

Pada saat anak berpuasa atau tidak, kebutuhan kalori dalam tubuhnya jumlahnya tetap sama. Demikian pula dalam pemenuhan komposisi makanan yang dikonsumsinya. Yang menjadi beda yakni pada pola waktu makannya saja. “Biasanya pagi, siang dan malam. Sekarang ganti saat sahur, buka dan tawarih.” sambungnya.

Agar tubuh anak tidak lemas dan tetap sehat saat berpuasa, usahakan orang tua wajib membangunkan anak-anaknya agar tidak melewatkan waktu sahur. Kemudian juga yang harus di perhatikan yaitu menyiapkan waktunya. Agar dalam menghidangkan makanan bergizi dan saat sahur tidak perlu tergesa – gesa.

Makanan Berserat

Menu dengan gizi seimbang saat sahur, urai muslimah yang akrab di sapa Martini adalah yang mengandung karbohidrat seperti nasi, roti, kentang atau bihun. Karbohidrat ini wajib dikonsumsi untuk ketersediaan energi pada tubuh anak saat puasa.

Kemudian mengandung protein hewani seperti ikan, ayam, telur atau daging. Selain itu mengandung protein nabati dari tahun dan tempe. Lemak bisa dari susu dan minyak. “Lemak ini bisa mempertahankan energi lebih lama,” terangnya.

Untuk pemenuhan kebutuhan makanan berserat, bisa dengan sayur, buah, segelas susu, air mineral minimal tiga gelas. Kemudian juga orang tua perlu memilih makanan yang memiliki kadar serat tinggi. Fungsi makanan tinggi serat ini bisa bertahan lama saat dicerna. “Sehingga anak tidak mudah lapar,” jelas Martini.

Sedangkan menu berbukanya, bisa diawali dengan makanan dan minuman manis. Biasanya anak – anak memang menyukai makanan dan minuman manis – manis. Tapi yang perlu diperhatikan orang tua, jangan terlalu sering menghidangkan minuman es.

Apalagi jika es itu tidak membuat sendiri. Karena bisa dikhawatirkan malah anak terkena penyakit radang tenggorokan. Makanan manis itu memiliki fungsi bisa segera mengganti kadar gula dalam tubuh yang menurun.

Alangkah lebih baik jika menyiapkan minuman manis yang hangat. Untuk makanannya sendiri bisa dengan kurma, kolak, buah – buahan yang mengandung rasa manis. “Energi anak agar cepat pulih sehingga ia bisa tetap kuat beraktivitas,” tandas dia.

Atur Gizi Saat Buka & Sahur

  1. Mengandung karbohidrat: beras merah, roti gandum utuh, sereal, oat dan kentang.
  2. Mengandung lemak: kacang – kacangan, minyak zaitun, minyak canola, atau ikan laut ( tuna, salmon ).
  3. Mengandung protein: telur, tempe, tahu, ikan, daging ayam tanpa kulit.
  4. Konsumsi sayuran dan buah: semangka, melon dan jeruk dan kelapa muda.
  5. Perbanyak air mineral atau jus buah.

Nah, itu dia sobs mengenai bagaimana cara mengatur gizi anak saat berpuasa, semoga postingan ini bisa bermanfaat 🙂 Terima Kasih. (sbc-02/vnc)

 




Tinggalkan Balasan