Search
Senin 18 Desember 2017
  • :
  • :

Musim Kemarau, Ini Manfaat Buah bagi Tubuh

Starberita – Jakarta, Cuaca terik sangat terasa di siang hari, dan dingin menerpa sejak malam hingga menjelang subuh. Saat siang tenggorokan ini rasanya panas dan butuh sesuatu yang segar untuk mendinginkannya. Sepertinya enak ya minum es saat panas terik. Tapi, nanti bukannya dapat segar malah jadi batuk atau flu. Kira-kira apa ya, makanan yang sehat dan menyegarkan serta dapat menghalau rasa haus?

Dari sekian banyak jenis makanan, buah-buahan ternyata dapat menjadi salah satu alternatif penambah kesegaran saat kemarau tiba. Buah-buahan terutama buah lokal yang sedang berbuah saat musim kemarau ternyata memiliki khasiat bukan hanya sebagai penghilang lapar dan dahaga tetapi juga punya banyak manfaat. Apa saja sih buah-buahan yang tumbuh pada musim kemarau atau tersedia sepanjang musim di Indonesia?

Saat musim kemarau, ternyata buah-buahan yang mulai dapat dipanen adalah buah-buahan yang memiliki kandungan air dan juga diyakini memiliki kandungan vitamin C dalam jumlah besar seperti jeruk, semangka, sirsak. Belum ditambah buah-buahan yang selalu ada di setiap musim seperti pepaya, pisang dan nanas. Apa sih manfaat buah-buahan tadi bagi kesehatan kita? Yuk simak penjelasan berikut.

1. Jeruk

Buah yang memiliki nama latin Citrus sinensis ini memiliki rasa asam dan segar serta memiliki kandungan air yang cukup banyak. Buah ini mengandung vitamin C dalam jumlah cukup besar, yaitu 53,2 mg per 100 gram setara dengan 90% kebutuhan vitamin C untuk tubuh.

Selain vitamin C, jeruk juga mengandung serat tinggi sehingga cocok untuk diet serta beberapa unsur mikro yang dibutuhkan tubuh seperti : serat pangan, pektin, folat, vitamin B1, vitamin A, antioksidan flavonoid, beta karoten, Beta cryptoxanthin, zeaxanthin, dan Lutein.

Beberapa kandungan mikro nutrien terkandung pada daging buah dan serat Puti pada buah dan bukan pada cairan, sehingga akan lebih baik mengkonsumsi jeruk dalam keadaan segar dan bukan yang sudah diolah menjadi jus. Kandungan vitamin dan mineral serta polifenol pada jeruk membuat buah ini memberikan manfaat yang sangat baik buah tubuh.

Musim kemarau saat ini merupakan waktu yang tepat mengkonsumsi jeruk, karena beberapa daerah sedang mengalami panen raya, diantaranya adalah Kabupaten Banyuwangi. Kabupaten yang terletak di ujung timur Jawa ini merupakan salah satu daerah penghasil jeruk terbesar. Tak perlu jeruk impor, cukup dengan Rp 15.000, kita dapat menikmati sumber vitamin C bagi keluarga.

2. Semangka
Buah satu ini terkenal dengan rasanya yang manis dan kandungan air yang banyak. Terdapat hampir di banyak daerah berpasir, serta berada di dataran rendah. Buah yang berwarna merah dan rasanya manis ini merupakan sumber vitamin A, vitamin C, vitamin B6, potasium, dan nutrisi lainnya.

3. Sirsak

Buah tropis yang satu ini memiliki nama latin Anona muricata, berasal dari Amerika latin yang memiliki iklim tropis seperti Indonesia. Rasanya yang asam cenderung manis ini memiliki serat yang cukup banyak sehingga banyak disukai oleh mereka yang sedang diet. Sirsak mengandung vitamin C, vitamin B1, vitamin B2 serta mikronutrien lain yang dibutuhkan tubuh.

Buah yang banyak dikonsumsi dalam keadaan dibuat jus ini agak kurang disukai dikonsumsi segar karena pada daging buahnya terdapat biji yang cukup banyak sehingga cukup mengganggu saat akan dikonsumsi. Tapi walau begitu saya suka sirsak, karena buah ini ada di halaman rumah dan rasanya manis luar biasa.

4. Pepaya
Siapa tidak kenal pepaya. Buah berwarna oranye yang banyak dikonsumsi masyarakat ini hampir ada di setiap musim. Kandungan buah segar satu ini terdiri dari karotenoid, vitamin C, vitamin E, serta berbagai mineral dan serat. Terdapat berbagai jenis pepaya, dan saat ini yang terkenal adalah pepaya Calina yang merupakan hasil kajian IPB. Buah pepaya yang berukuran kecil tetapi memiliki rasa manis ini mengalahkan pepaya Bangkok yang pernah merajai pasar sekitar 5 tahun lalu.

Tak sulit mencari pepaya, buah ini terdapat banyak di pasaran dengan harga yang terjangkau. Saat ini per kilo harganya sekitar Rp 8.000 dan itu dapat dikonsumsi untuk seluruh keluarga. Ingin lebih segar, tinggal menambahkan perasan jeruk nipis pada irisan pepaya, maka jadilah pepaya segar rasa jeruk yang akan menjadi penghilang dahaga, apalagi saat berbuka puasa.

6. Pisang
Jenis buah satu ini memiliki banyak ragam. Ada pisang untuk diolah, ada juga pisang yang dapat langsung dikonsumsi. Sebagai buah yang memiliki karbohidrat tinggi, tak jarang pisang menjadi sumber karbohidrat pengganti karbohidrat lainnya. Saat ini pisang cukup terkenal sebagai buah yang dikonsumsi para traveler.

Dengan kalori tinggi dan su ber vitamin yang beragam serta juga kandungan potassium yang tinggi, maka dengan mengkonsumsi pisang pun sudah dapat menghilangkan lapar dan dahaga. Pisang memang tidak sesegar semangka atau jeruk, kandungan patinya yang tinggi membuat pisang memiliki kandungan air yang rendah.
Tapi tak usah khawatir pisang dapat membantu menghalau virus influensa yang kerap hadir di musim kemarau. Buah pisang yang kaya vitamin A, vitamin B, kalsium, kalium, potassium, dan zinc. Jadi kalau rajin makan buah tak perlu lah suplemen lainnya.

Masih banyak buah lokal lain yang mudah diperoleh di pasar. Semua mengandung vitamin dan mineral yang diperlukan untuk tubuh. Yuk perbanyak makan buah, tidak perlu yang impor, yang lokal juga banyak. Sudah harganya lebih murah, tanpa pengawet,  pastinya aman bagi tubuh. Sebagai negara tropis, Indonesia kaya akan keanekaragaman jenis buah.

Tidak harus impor dengan bonus lilin dan pengawet yang bisa jadi tidak aman untuk tubuh. Ditambah lagi membeli buah lokal berarti membantu para petani dan pedagang lokal untuk meningkatkan taraf kehidupannya. Nah, sambil belanja bisa beramal juga kan. Apalagi kalau yang jual masih tetangga kita. Oh ya satu lagi, jangan ditawar ya.

Beli buah impor di supermarket saja tidak pakai nawar. Kok beli buah lokal di pedagang keliling masih ditawar. Dijamin deh harganya masih ramah di kantong dibanding buah impor yang pengirimannya butuh waktu berbulan-bulan di kapal laut.

Sajikan buah lokal di meja makan kita, lalu kita usir jauh-jauh virus dan berbagai sumber penyakit dengan banyak konsumsi buah dengan meningkatkan daya tahan tubuh anggota keluarga. Konsumsi buah di waktu yang tepat yaitu sebelum makan atau disaat jeda waktu makan. Sajikan buah sebagai makanan selingan bagi anak, supaya kelak mereka terbiasa mengkonsumsi buah daripada jajanan lainnya.  (sbc-02/vnc)

 




Tinggalkan Balasan